Bagikan:

JAKARTA - PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) menjadi pemenang tender pengadaan listrik Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pakkat 2 oleh PT PLN (Persero). Keputusan ini tertung dalam Letter of Intent (LOI) tertanggal 11 Mei 2026.

Direktur Keuangan Kencana Energi Lestari Giat Widjaja mengatakan, proyek PLTA Pakkat 2 tersebut memiliki kapasitas sebesar 45 MW dan akan menjadi proyek KEEN dengan kapasitas terbesar hingga saat ini.

"PLTA Pakkat 2 akan dibangun di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara," ujar Giat dalam keterangan kepada media, Rabu, 13 Mei.

Dikatakan Giat, keberhasilan ini memperkuat posisi KEEN sebagai salah satu pengembang energi terbarukan nasional yang aktif memperluas portofolio pembangkit hijau di Indonesia.

Dengan tambahan proyek PLTA Pakkat 2, lanjut dia, kapasitas terpasang (installed capacity) pembangkit Perseroan diproyeksikan meningkat signifikan dari saat ini sebesar 69 MW menjadi 114 MW setelah proyek selesai dibangun dan beroperasi secara komersial.

"Manajemen Perseroan menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang KEEN dalam memperbesar kontribusi terhadap pengembangan energi bersih nasional sekaligus mendukung program transisi energi pemerintah menuju bauran energi yang lebih ramah lingkungan," lanjut dia.

PLTA Pakkat 2 diperkirakan membutuhkan nilai investasi sekitar 116 juta dolar AS dengan target masa pembangunan selama kurang lebih empat tahun. Saat ini, Perseroan masih menunggu proses penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) bersama PLN sebelum memasuki tahap konstruksi.

"Manajemen KEEN menilai proyek baru ini akan semakin memperkuat portofolio pembangkit energi terbarukan Perseroan, khususnya di sektor tenaga air yang menjadi salah satu fokus utama pengembangan usaha perusahaan," beber Giat.

Dengan penunjukan ini, lanjut dia, KEEN optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai perusahaan energi hijau nasional yang berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya Indonesia dalam mencapai target net zero emission dan memperluas pemanfaatan energi bersih di masa depan.