Bagikan:

JAKARTA - PLN Nusantara Power (PLN NP) berhasil menyiapkan produksi listrk sebesar 14.132 Mega Watt (MW) atau 14,1 Gigawatt selama periode Lebaran dan Idulfitri. PLN NP juga berkontribusi 42 persen dari total beban puncak nasional sebesar 35.014 MW atau 35 GW.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menambahkan, PLN NP mensiagakan 8.898 personel siaga, 126 posko, serta 45 unit fire truck yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia selama Ramadan, Idulfitri, dan pascaidulfitri.

"PLN NP juga berkontribusi dalam menghasilkan listrik hijau sebesar 1.821 MW yang berasal dari berbagai PLTA dan PLTS," ujarnya, Senin, 30 Maret.

Lebih lanjut Ruly menambahkan, dengan portofolio pembangkit yang tersebar dari Arun di Aceh hingga Tidore di Maluku, PLN Nusantara Power terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung keandalan sistem kelistrikan nasional.

"Sejumlah pembangkit strategis seperti PLTMG Arun di Lhokseumawe, PLTU Teluk Balikpapan, PLTU Pulang Pisau, dan PLTU Tidore turut menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama di wilayah luar Pulau Jawa," lanjut dia.

Untuk mendukung keandalan pasokan selama periode Rafi 1447 H, PLN NP menyiagakan personel operasional dan pemeliharaan secara terintegrasi di seluruh wilayah kerja. Kesiapsiagaan ini diperkuat melalui pengamanan aset, peningkatan intensitas patroli, serta pelaksanaan pemeliharaan preventif dan prediktif pada peralatan kritikal untuk meminimalkan potensi gangguan.

“Listrik menjadi sangat penting pada periode ini, terutama selama Ramadhan hingga menjelang Idulfitri. Karena itu, kami terus mengupayakan yang terbaik, baik dari aspek kesiapan sumber daya manusia maupun penguatan teknologi pendukung operasi," lanjut Ruly.

Selain kesiapan sumber daya manusia, PLN NP juga memperkuat keandalan operasional melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis Nusantara InnoVision Center (NIC). Melalui sistem pemantauan terintegrasi ini, PLN NP mampu melakukan monitoring operasional secara real-time, menganalisis data untuk mendeteksi potensi anomali lebih dini, serta mengelola kinerja unit pembangkit secara optimal dengan dukungan penguatan keamanan siber. Dengan sistem ini, respons terhadap potensi gangguan dapat dilakukan lebih cepat, presisi, dan efektif sehingga kontinuitas pasokan listrik tetap terjaga.

“Kami telah menyiapkan pasokan listrik sebesar 14,1 GW untuk mendukung keandalan sistem, khususnya menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah serta kebutuhan pasca hari raya tersebut. Personel operator dan pemeliharaan juga berjaga selama 24 jam secara bergantian di seluruh unit pembangkit yang tersebar di berbagai daerah,” terang Ruly.