JAKARTA - Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo Teguh Sambodo menekankan pendekatan pengelolaan lanskap terpadu (Integrated Landscape Management/ILM) menjadi kunci dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Leonardo dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan integrasi antara peningkatan produktivitas dan penciptaan nilai tambah harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Pendekatan lanskap terpadu memungkinkan pengelolaan darat dan laut secara terintegrasi, sehingga mampu mendorong produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan,” jelasnya mengutip Antara.
Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti, menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mendukung keberhasilan program ILM, termasuk keterlibatan pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.
“Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh sinergi semua pihak, agar komoditas unggulan seperti kakao dapat kembali berjaya dan berdaya saing,” ujarnya.
BACA JUGA:
Sementara Sekretaris Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, Nandang Prihadi menekankan keberlanjutan produksi sangat bergantung pada kondisi ekosistem hulu.
Ia mengingatkan pentingnya konservasi dan pengelolaan hutan melalui skema perhutanan sosial agar tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.
Bupati Luwu Patahudding, menyampaikan bahwa Kabupaten Luwu merupakan salah satu sentra kakao di Sulawesi Selatan yang pernah berjaya dan menjadi penopang ekonomi masyarakat sejak lama.