JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA telah memulai pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga bantaran rel Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Secara total, perseroan membangun 113 unit hunian.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito (Agung BW) menyampaikan, pembangunan hunian tersebut sebagai tindak lanjut inisiasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pengaturan BUMN serta Danantara. Utamanya disediakan untuk relokasi warga yang menempati bantaran rel kereta api di kawasan Senen.
"Proyek hunian di Senen ini menjadi wujud dukungan WIKA dalam menghadirkan solusi hunian tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga terintegrasi dengan sistem transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Agung BW dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 8 April.
WIKA mengerjakan 113 unit huntara modular dari total 324 unit. Setiap unit memiliki luas sekitar 4,5×4,5 meter dan dilengkapi fasilitas dasar, seperti air bersih PDAM, listrik hingga ruang terbuka. Kemudian, ada infrastruktur pendukung seperti jalan akses, drainase, musala, taman bermain dan dapur umum.
Proyek tersebut telah dimulai pada 3 April 2026 dan ditargetkan selesai 15 Juni 2026 dengan skema kontrak design and build.
Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap awal yang meliputi pembersihan lahan, pekerjaan tanah serta mobilisasi material dan peralatan. Proses konstruksi akan terus dipercepat guna mencapai target penyelesaian sesuai jadwal.
"Perseroan berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan kualitas terbaik, sehingga dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang akan menjadi penghuni," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara menyampaikan, sebanyak 324 unit rumah akan dibangun sebagai bagian dari upaya menyediakan hunian layak sekaligus menata kawasan agar lebih tertib dan aman di sekitar Stasiun Pasar Senen.
Menteri PKP Ara bersama Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria meninjau langsung kesiapan pembangunan pada Kamis malam, 2 April. Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi sebelumnya yang membahas penyediaan lahan dan pembangunan hunian bersama sejumlah BUMN.
"Kemarin kami rapat dengan Pak Doni di Gedung BP BUMN, kemudian juga bersama BUMN yang memiliki tanah ini, yaitu Angkasa Pura. Hari ini saya senang sekali melihat kesiapan sangat cepat," ujar Ara dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 April.
Ara menambahkan, pembangunan sudah mulai berjalan, termasuk tahap pembersihan lahan dan penyusunan perencanaan teknis.
Program itu juga merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
Sebanyak 324 unit hunian akan dibangun di kawasan tersebut. Selain rumah, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti ruang terbuka untuk anak-anak.
"Totalnya ada 324 unit yang akan dibangun di sini. Kemudian juga akan ada ruang terbuka untuk bermain anak-anak," jelas Ara.
BACA JUGA:
Hunian tersebut dibangun melalui kolaborasi lintas BUMN, dengan lahan milik Angkasa Pura dan dukungan berbagai pihak.
Tak hanya di Senen, program relokasi juga akan diperluas ke wilayah lain seperti Tanah Abang dan Kampung Bandan. Pemerintah berencana meninjau langsung lokasi tersebut dalam waktu dekat.
Langkah itu menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan solusi nyata bagi warga yang selama ini tinggal di bantaran rel dengan kondisi kurang layak.