JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas di Provinsi Bali melalui pengembangan water taxi dan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penguatan konektivitas dilakukan untuk mendukung mobilitas di kawasan wisata sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di wilayah Badung.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengembangan layanan water taxi yang akan mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara. Proyek ini saat ini tengah memasuki tahap penyusunan studi Detail Engineering Design (DED) oleh ASDP Indonesia Ferry.
“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan darat dari bandara menuju Canggu adalah 1-2 jam. Sedangkan menggunakan water taxi, diharapkan bisa menempuh maksimal 30 menit,” ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu, 8 April.
Dudy menjelaskan, pekerjaan konstruksi water taxi direncanakan mulai Agustus 2026 hingga Juli 2027. Selain itu, Kemenhub juga menyiapkan pengembangan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas logistik dan transportasi laut.
Menurut Dudy, Dermaga I akan difokuskan untuk melayani kapal general cargo dan aspal curah cair dengan tambahan panjang 92 meter. Sementara Dermaga II dirancang sebagai dermaga multipurpose yang dapat melayani penumpang, general cargo, serta curah kering dengan tambahan panjang 60 meter.
“Hal tersebut merupakan hasil evaluasi bahwa diperlukan pelabuhan alternatif agar kendaraan berat, besar, serta kecil tidak bercampur,” katanya.
Lebih lanjut, Kemenhub juga mendorong Pelindo untuk mengembangkan pelabuhan di Ketapang dengan membuka dermaga baru di Gilimanuk, termasuk penyediaan buffer zone guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan.
“Sebagai salah satu solusi jangka pendek, kami meminta Pelindo melakukan pengembangan pelabuhan khususnya di Ketapang dengan membuka dermaga baru di Gilimanuk. Kami harap juga bisa mendapat wilayah buffer zone sebagai salah satu solusi alternatif untuk mengatasi flow arus kendaraan yang begitu besar, apalagi tahun depan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri akan berdampingan,” jelasnya.
Dudy berharap, langkah-langkah strategis yang telah disiapkan dapat segera terlaksana guna memperkuat konektivitas, mendukung mobilitas penumpang dan distribusi logistik yang lebih efisien, mengurangi kepadatan lalu lintas.
“Sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi di kawasan pariwisata,” katanya.