Bagikan:

JAKARTA - Jalur fungsional Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 akan kembali dibuka pada hari ini, Rabu, 25 Maret 2026.

Ruas tol itu dibuka secara gratis guna mengurai kepadatan mobilitas masyarakat menuju kawasan wisata di Sukabumi sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas saat arus balik Lebaran 2026.

Sejak hari pertama dioperasikan pada Sabtu, 14 Maret 2026 hingga 22 Maret 2026, jalur fungsional tersebut telah dilalui sekitar 19.000 kendaraan yang didominasi arus mudik menuju Sukabumi dan sekitarnya.

Mengutip akun Instagram resmi Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU @pupr_bpjt, Rabu 25 Maret, jalur fungsional itu dibuka selama dua sesi. Sesi pertama mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB dibuka dari arah Bogor–Karangtengah. Sementara, sesi dua dibuka mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB dari Karangtengah–Bogor.

"Sesuk diskresi kepolisian, jalur tol fungsional dari Karangtengah menuju Bogor rencananya akan mulai dibuka hari ini sekitar pukul 13.00-14.00 WIB, pukul 07.00-17.00 (situasional), dan akan beroperasi hingga 29 Maret 2026," demikian tulis akun tersebut.

BPJT mengimbau pengguna jalan untuk tetap tetap mengutamakan keselamatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

"Jalur tol fungsional Bocimi Seksi 3 dibuka untuk membantu perjalanan sobat agar lebih lancar dan nyaman," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus balik angkutan darat Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24-25 Maret dan kembali meningkat di 28-29 Maret 2026.

Dudy menjelaskan, lonjakan pertama terjadi karena pemudik mengejar waktu masuk kerja setelah libur Lebaran. Sementara gelombang berikutnya dipicu masyarakat yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA).

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kepadatan, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way nasional.

Ia menegaskan, kebijakan one way akan diberlakukan secara situasional apabila terjadi peningkatan kepadatan signifikan di jalur utama, guna memastikan perjalanan masyarakat tetap lancar dan aman.