JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Trans Jabar Tol (TJT) tengah mempercepat pembangunan Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi atau Bocimi.
Tol Bocimi merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total panjang 54 kilometer (km) yang menghubungkan kawasan Ciawi di Kabupaten Bogor dengan Sukabumi.
Jalan tol itu terbagi menjadi empat seksi, yakni Seksi 1 Ciawi–Cigombong sepanjang 15,35 km, Seksi 2 Cigombong–Cibadak sepanjang 11,05 km, Seksi 3 Cibadak–Sukabumi Barat sepanjang 13,7 km dan Seksi 4 Sukabumi Barat–Sukabumi Timur sepanjang 13,05 km.
Saat ini, dua seksi jalan tol sudah beroperasi, yakni Seksi 1 dan Seksi 2. Sementara Seksi 3 masih dalam tahap konstruksi dan Seksi 4 masih dalam tahap rencana.
Dikutip dari informasi yang dibagikan akun Instagram resmi @pupr_bpjt, Kamis, 19 Februari, progres pembangunan Tol Bocimi Seksi 3 telah mencapai 71,95 persen.
Seksi 3 direncanakan untuk bisa dibuka secara fungsional tanpa tarif atau gratis pada mudik Lebaran 2026. Namun, ruas yang dibuka hanya sebagian, yakni dari Cibadak hingga Akses Karangtengah.
"Sebagian Seksi 3, yakni Cibadak–Akses Karangtengah sepanjang 4,9 km saat ini tengah dipersiapkan untuk difungsionalkan sementara tanpa tarif selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026," tulis BPJT.
Dibukanya ruas tol itu diharapkan mampu mendukung kelancaran lalu lintas pemudik dalam momentum Hari Raya Idulfitri 2026.
BACA JUGA:
Tol Bocimi diyakini mampu memangkas waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Sukabumi.
Perjalanan dari Jakarta ke Sukabumi yang biasanya ditempuh sekitar 5-9 jam lewat jalan nasional, kini bisa terpangkas drastis hingga menjadi 1,5 jam saja lewat Tol Bocimi Seksi 1 dan Seksi 2.
Sementara perjalanan dari Cigombong ke Cibadak yang biasanya memakan waktu sekitar 1,5 jam, kini bisa ditempuh hanya dalam 10-15 menit.
"Jalan Tol Ciawi–Sukabumi berperan penting dalam mempercepat waktu tempuh perjalanan, mengurangi kepadatan di jalan nasional, memperlancar distribusi logistik serta mendorong pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan akses masyarakat dan wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan, seperti KEK Lido dan kawasan wisata lainnya di sepanjang koridor Ciawi hingga Sukabumi," imbuhnya.