Bagikan:

JAKARTA – Pakar komunikasi politik, Hendri Satrio, mengingatkan pemerintah terutama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa indikator ketahanan ekonomi Indonesia tidak hanya terlihat dari stabilitas makro, tapi juga kondisi riil masyarakat.

“Ini semoga Pak Purbaya baca. Percayalah Pak Purbaya, bila ekonomi keluarga rakyat Indonesia tidak segera diperbaiki maka pemerintahan akan terus mendapat tekanan negatif,” ujarnya, Rabu 18 Maret.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa menilai kondisi ekonomi Indonesia hanya dari nilai tukar rupiah masih tangguh di tengah gejolak global, termasuk konflik di Timur Tengah. Sebab, kekuatan fundamental ekonomi Indonesia tidak bisa dilihat dari klaim pemerintah bila dampak konflik di Timur Tengah terhadap rupiah relatif kecil, dengan depresiasi hanya sekitar 0,3 persen.

Karena itu, Hensat meminta pemerintah untuk segera menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat. “Please do something good and impactful,” imbuhnya.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu juga menyarankan agar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa lebih fokus pada kerja nyata ketimbang banyak memberikan pernyataan di ruang publik. Dia bahkan mengingatkan gaya kepemimpinan sejumlah menteri keuangan terdahulu yang dikenal lebih banyak bekerja dibanding berbicara.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai sejumlah analisis ekonomi tentang Indonesia yang beredar di media sosial seperti TikTok dan YouTube tidak didasari oleh data yang utuh. Dia menyinggung narasi yang menyebut ekonomi Indonesia akan hancur jika harga minyak dunia melonjak akibat gejolak global. Menurut Purbaya, kesimpulan tersebut tidak berdasar karena tidak melihat pengalaman dan data historis perekonomian Indonesia.