JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026 diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 11 Maret, Kurs rupiah spot di tutup turun 0,14 persen ke level Rp16.886 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup naik 0,07 persen ke level harga Rp16.867 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Ia menambahkan kondisi ini dipengaruhi oleh kembali munculnya kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah global.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah kembalinya kekuatiran seputar disrupsi pasokan minyak mentah dunia," ujarnya kepada VOI, Kamis, 12 Maret.
BACA JUGA:
Di sisi lain, Lukman menambahkan harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan, meskipun terdapat harapan akan adanya dukungan dari rencana pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar oleh negara-negara anggota International Energy Agency (IEA).
"Harga minyak mentah dunia kembali melonjak walau ada harapan dukungan dari rencana perlepasan cadangan minyak besar-besaran oleh anggota-anggota IEA," jelasnya.
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada Kamis, 12 Maret 2026 akan berada dikisaran Rp16.800-Rp16.950 per dolar AS.