Bagikan:

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi lanjut melemah pada perdagangan hari ini, Kamis, 12 Maret. Phintraco Sekuritas dalam risetnya memperkirakan indeks akan bergerak pada rentang resistance 7.500, pivot 7.400, dan support 7.300.

Phintraco Sekuritas mengatakan, IHSG kemarin ditutup melemah 0,69 persen ke level 7.389,4 (0,69%). Setelah sempat bergerak menguat pada sesi pertama, IHSG bergerak di teritori negatif di sepanjang sesi kedua.

“Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik AS/Israel-Iran serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan,” tulis Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas menambahkan, sektor barang baku mencatatkan koreksi terbesar, sedangkan sektor teknologi membukukan kenaikan terbesar. Rupiah ditutup melemah di level Rp16.886 per dolar AS, akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung.

“Ditambah lagi, kekhawatiran akan data ekonomi domestik termasuk potensi inflasi dan defisit APBN yang berpeluang melebar,” jelas Phintraco Sekuritas.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menyebut, indikator Stochastic RSI dan MACD masih cenderung melemah. IHSG sempat bergerak menguat hingga level 7.527, sebelum akhirnya ditutup melemah kembali.

“IHSG diperkirakan masih cenderung bergerak melemah menguji level 7.300-7.350,” papar Phintraco Sekuritas.

Sementara itu, lanjut Phintraco Sekuritas, indeks di bursa Asia kemarin ditutup mixed, di tengah investor menantikan perkembangan konflik di Timur Tengah. Diberitakan tiga kapal di lepas pantai Iran telah terkena proyektil di sekitar Selat Hormuz pada Rabu kemarin, sehingga kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah.

“Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz yang sangat penting dan strategis telah hampir terhenti sejak AS dan Israel melakukan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026,” jelas Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham untuk hari ini, yaitu ULTJ, UNVR, TOBA, WIFI dan BSDE.