Bagikan:

JAKARTA - PT Astra Tol Nusantara atau Astra Infra memproyeksikan, sebanyak 6,8 juta kendaraan akan melintasi ruas Astra Infra Group selama periode libur Lebaran 2026.

Volume lalu lintas itu diproyeksikan meningkat 2,1 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Operasional Astra Tol Cipali Novianto Dwi Wibowo dalam Media Briefing Lebaran 2026 Astra Infra Group di Jakarta, Senin, 9 Maret.

Secara terperinci, Novianto menjelaskan, pada ruas tol Tangerang–Merak diprediksi ada 3,4 juta kendaraan atau naik sekitar 2,5 persen dibandingkan 2025.

Kemudian, di Cikopo–Palimanan diproyeksikan akan ada 2,3 juta kendaraan atau naik sekitar 1,8 persen dibandingkan 2025.

Sementara pada Ruas Jombang–Mojokerto diprediksi ada 1,1 juta kendaraan melintas, naik sekitar 1,4 persen dibandingkan tahun lalu.

"Jadi, kalau secara total untuk tiga ruas utama kami yaitu Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan dan Jombang–Mojokerto, maka perkiraan kami akan ada peningkatan 6,8 juta kendaraan melalui tiga ruas utama," ujar Novianto.

Untuk itu, Astra Infra menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi lonjakan volume lalin. Sejak tahun lalu, Astra Infra menyelesaikan penambahan lajur ketiga di sebagian ruas Tol Tangerang–Merak dan Cikopo–Palimanan.

Selain itu, Astra Infra tengah mempersiapkan infrastruktur jalan dengan melakukan pemeliharaan perkerasan jalan yang ditargetkan selesai pada H-10 Lebaran.

Dari sisi rest area, Novianto bilang, Astra Infra memastikan ketersediaan SPBU, SPKLU, toilet musala, area parkir serta gerai F&B.

"Kami juga menyiagakan lebih dari 800 petugas dilengkapi lebih dari 90 kendaraan operasional jalan tol yang terdiri dari armada patroli, derek, rescue hingga ambulans," terangnya.

Dalam memastikan keamanan dan kelancaran berkendara, Astra Infra juga menyiapkan lebih dari 500 unit CCTV yang didukung oleh 7 unit traffic counter dan layanan sentra komunikasi 24 jam.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Novianto bilang, Astra Infra juga telah melakukan koordinasi dengan kepolisian dalam penerapan rekayasa lalu lintas, antara lain penerapan one way dan contra flow.

Apabila terjadi kepadatan di tempat istirahat dan pelayanan (TIP), Novianto menyarakan pemudik untuk berhenti di rest area berikutnya.

"Apabila terjadi kondisi seperti itu, dapat melanjutkan ke rest area berikutnya. Jadi, jangan menunggu," imbau dia.

Lebih lanjut, kata Novianto, pilihan lainnya terutama untuk ruas-ruas di tol Jawa, ialah menggunakan akses keluar dari jalan tol, mengingat Astra Infra menggunakan sistem transaksi tertutup.

"Jika mencari fasilitas dibutuhkan, baik itu misalnya SPBU atau tempat ibadah, bisa keluar terlebih dahulu, kemudian nanti masuk lagi ke jalan tol untuk melanjutkan perjalanan tanpa dikenakan tambahan biaya, karena sistem transaksinya tertutup," pungkasnya.