JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan, fasilitas ketersediaan air bersih hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), bisa terpenuhi sebelum Lebaran 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, secara umum seluruh unit hunian sudah siap ditempati, namun pihaknya masih melakukan penyempurnaan terutama pada aspek ketersediaan air bersih.
"Hunian sebenarnya sudah siap. Yang sedang kami pastikan sekarang adalah kecukupan air untuk seluruh unit. Saat ini, kami sedang menambah titik sumur bor agar kebutuhan air bagi seluruh warga dapat terpenuhi," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Maret.
Dody menjelaskan, sistem penyediaan air bersih di kawasan rumah hunian Tapanuli Selatan memanfaatkan sumur bor dan tandon air dengan pompa, sementara pasokan listrik berasal dari PLN dengan daya 900 watt untuk setiap unit hunian.
Saat ini, telah tersedia dua titik sumur bor dangkal dan Kementerian PU tengah mempercepat penambahan menjadi empat hingga lima titik sumur bor untuk memastikan kecukupan pasokan air bagi seluruh penghuni di 21 blok hunian.
Sembari menunggu penyelesaian sumur bor tambahan, kata Dody, pihaknya bersama PT Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana turut membantu pemenuhan kebutuhan air melalui pengisian tandon menggunakan mobil tangki.
"Kami targetkan dalam beberapa hari ke depan sumur tambahan selesai, sehingga seluruh warga berhak bisa segera menempati huntara ini," katanya.
Secara keseluruhan, kawasan rumah hunian Tapanuli Selatan disiapkan untuk menampung sekitar 245 kepala keluarga (KK) sesuai dengan data kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah (pemda).
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian PU membangun 252 unit hunian dalam 21 blok modular. Setiap blok modular terdiri dari 12 unit rumah hunian.
Setiap blok dilengkapi fasilitas sanitasi komunal dengan total 126 unit toilet dan 126 unit kamar mandi shower. Kawasan itu juga dilengkapi dapur bersama, area cuci serta sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 5 meter kubik.
Hunian tersebut dibangun di atas lahan seluas 14.369,03 meter persegi dari total lahan 74.081,51 meter persegi, dengan luas kawasan keseluruhan sekitar 2,6 hektare.
Selain unit hunian, kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti musala, gedung serbaguna, lapangan futsal, ruang komunal, taman bermain anak, pos jaga, serta area hijau dan parkir untuk menunjang aktivitas warga.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan, apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat penyediaan rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana di wilayahnya.
"Harapan kami, dalam beberapa hari ke depan seluruh warga terdampak sudah dapat menempati huntara ini, sehingga saat Lebaran nanti tidak ada lagi yang berada di pengungsian," tuturnya.
BACA JUGA:
Salah satu penghuni huntara, Abdul Karim Hasibuan, telah menerima kunci huntara mengaku bersyukur dapat menempati tempat tinggal lebih layak.
"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Dua hari lalu kami sudah menerima kunci dan sekarang bisa tinggal di sini bersama keluarga. Tempatnya nyaman dan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya," jelasnya.