JAKARTA - PT Astra Tol Nusantara atau Astra Infra akan menerapkan diskon atau potongan tarif sebesar 30 persen pada ruas utama kelolaan saat libur Lebaran 2026.
Adapun dua ruas dimaksud yakni Tol Tangerang–Merak dan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali).
Direktur Operasional Astra Tol Cipali Novianto Dwi Wibowo mengatakan, diskon tarif diberikan untuk mendukung kelancaran lalu lintas saat periode libur Lebaran 2026.
"Dalam rangka untuk memastikan kelancaran para pengguna jalan pada masa Lebaran ini dan juga mendukung upaya pemerintah memastikan kelancaran juga karena kami mempunyai tujuan sama, kami akan memberikan diskon untuk arus mudik itu," ujar Novianto dalam Media Briefing Lebaran 2026 Astra Infra Group di Jakarta, Senin, 9 Maret.
Pada ruas Tol Tangerang–Merak, diskon tarif tol sebesar 30 persen akan diberlakukan pada Kamis, 12 Maret 2026 mulai pukul 00.00 WIB hingga Jumat, 13 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, bagi pengguna jalan tol yang melakukan perjalanan menerus dari Gerbang Tol (GT) Cikupa menuju GT Merak.
Sementara di ruas Tol Cipali, diskon akan diberlakukan pada Minggu, 15 Maret 2026 mulai pukul 00.00 WIB hingga Senin, 16 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, bagi pengguna jalan tol yang melakukan perjalanan menerus dari GT Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung.
Untuk arus balik, lanjut Novianto, penerapan diskon tarif di ruas Tol Tangerang–Merak akan kembali diberlakukan pada Selasa, 31 Maret 2026 mulai pukul 00.00 WIB hingga Rabu, 1 April 2026 pukul 24.00 WIB, bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus melalui GT Merak menuju GT Cikupa.
Sedangkan untuk arus balik di ruas Tol Cipali, diskon akan kembali diberlakukan pada para Kamis, 26 Maret 2026 mulai pukul 00.00 WIB hingga Jumat, 27 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, bagi pengguna jalan tol yang melakukan perjalanan menerus dari GT Kalikangkung menuju GT Cikampek Utama.
Target rampung perbaikan jalan
Selain pemberian diskon tarif, Astra Infra turut memastikan kondisi jalan di tiga ruas utama kelolaan ada dalam kondisi prima ketika memasuki periode mudik dan balik Lebaran 2026. Untuk itu, perbaikan jalan di berbagai ruas tersebut terus dilakukan dan ditargetkan rampung H-10 Lebaran.
Adapun ketiga ruas utama yang dikelola Astra Infra adalah Tol Tangerang–Merak, Tol Cipali dan Tol Jombang–Mojokerto.
"Saat ini, kami masih terus berkomitmen melakukan perbaikan-perbaikan dan pemeliharaan untuk memastikan kondisi jalan kami dalam kondisi baik, dapat siap dilalui pengguna jalan sampai dengan H-10 nanti," terang dia.
Di ruas Tol Tangerang–Merak, kata Novianto, akan ada rekayasa lalu lintas yang dipersiapkan dengan menerapkan delaying system di TIP KM 43A dan KM 68A arah Merak.
Hal itu dilakukan sebagai antisipasi kepadatan kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak.
"Di ruas Tangerang–Merak itu, Gerbang Tol Cilegon Timur menjadi titik untuk para pengguna jalan yang akan menyeberang ke Sumatera, nah ini akan kami lakukan rekayasa lalu lintas dengan kepolisian," tuturnya.
Adapun di ruas Tol Cipali, Astra Infra juga menyiapkan tambahan satu rest area fungsional di KM 77 arah Jakarta.
Dengan demikian, total ada delapan rest area aktif, yakni di KM 86, 102, 130 dan 166 arah Cirebon serta KM 164, 130 dan 101 arah Jakarta.
Di ruas Tol Jombang–Mojokerto, rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan di jalan arteri dengan koordinasi bersama kepolisian.
Selain itu, di sana Astra Infra juga menyediakan SPBU Modular di rest area Teras Dipa KM 678 B dan Teras Melati KM 695 A.
Proyeksi jumlah kendaraan melintasi Tol Astra Infra Group
Untuk diketahui, Astra Infra memproyeksikan, sebanyak 6,8 juta kendaraan akan melintasi ruas Astra Infra Group selama periode libur Lebaran 2026.
Volume lalu lintas itu diproyeksikan meningkat 2,1 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.
BACA JUGA:
Secara terperinci, Novianto menjelaskan, pada ruas tol Tangerang–Merak diprediksi ada 3,4 juta kendaraan atau naik sekitar 2,5 persen dibandingkan 2025.
Kemudian, di Cikopo–Palimanan diproyeksikan akan ada 2,3 juta kendaraan atau naik sekitar 1,8 persen dibandingkan 2025.
Sementara pada Ruas Jombang–Mojokerto diprediksi ada 1,1 juta kendaraan melintas, naik sekitar 1,4 persen dibandingkan tahun lalu.