JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengebut penyelesaian proyek Peningkatan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku 4 di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Progres pengerjaan infrastruktur tersebut saat ini telah mencapai 62,83 persen.
Pembangunan jalan dengan total panjang sekitar 10,96 kilometer tersebut menghubungkan kawasan pertahanan dan keamanan dengan akses menuju kawasan legislatif di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyebut, capaian progres tersebut merupakan hasil optimalisasi strategi pelaksanaan dan kolaborasi tim proyek di lapangan.
"Kami terus mengakselerasi pekerjaan pada lintasan kritis dengan tetap mengedepankan standar kualitas dan keselamatan kerja," ujar Agung dalam keterangan resmi, Rabu, 4 Maret.
Selain memperkuat konektivitas kawasan inti pemerintahan, proyek jalan itu juga memberikan manfaat jangka panjang berupa peningkatan aksesibilitas antar zona strategis di IKN hingga dukungan terhadap aktivitas ekonomi di sekitar kawasan pembangunan.
Adapun lingkup pekerjaan WIKA meliputi pembangunan jalan sepanjang sekitar 10,96 kilometer, konstruksi Multi Utility Tunnel (MUT), perkerasan jalan enam lajur serta pembangunan jembatan.
Saat ini, pekerjaan utama yang menjadi porsi perusahaan konstruksi pelat merah tersebut sudah menunjukkan progres signifikan. Antara lain, penyelesaian sebagian MUT, pekerjaan tanah dan geosintetik, perkerasan berbutir dan beton semen serta progres struktur jembatan.
Menurut Agung, fokus pekerjaan kini diarahkan pada penyelesaian Jembatan Ruas 3.1, Jembatan Akses Paspampres menuju Simpang HPK, kelanjutan pembangunan MUT serta perkerasan jalan pada beberapa segmen trase.
"Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung mobilitas efisien, kelancaran distribusi logistik pemerintahan sekaligus integrasi utilitas bawah tanah berkelanjutan," kata dia.
BACA JUGA:
Agung menilai, seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pengendalian mutu ketat melalui inspeksi rutin, pengujian material dan pengawasan metode kerja adaptif.
"Ke depan, kami menargetkan penyelesaian struktur utama, sehingga proyek ini dapat segera berfungsi sebagai tulang punggung jaringan jalan yang mendukung pengembangan KIPP IKN secara terintegrasi," imbuhnya.
Kehadiran jalan dan sistem utilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan tata ruang lebih tertib, modern dan berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan terintegrasi.