JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026 diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Selasa, 19 Mei, Kurs rupiah spot di tutup melemah 0,22 persen ke level Rp17.706 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), ditutup turun 0,29 persen ke level harga Rp17.719 per dolar AS.
Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo menilai pergerakan rupiah masih berada dalam fase konsolidasi yang rentan terhadap pelemahan lanjutan.
"Pada perdagangan, Rabu, 20 Mei 2026, pergerakan Rupiah diproyeksikan masih akan berada dalam fase konsolidasi yang rentan terhadap pelemahan kelanjutan," ujarnya kepada VOI, Rabu, 20 Mei.
Menurutnya, fokus utama pelaku pasar saat ini tertuju pada hari kedua Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yaitu pasar menantikan keputusan terkait pengetatan moneter, termasuk proyeksi kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen.
"Efektivitas dari "triple intervention" yang dicanangkan bank sentral di pasar spot dan DNDF akan berhadapan langsung dengan sikap kehati-hatian investor global yang sedang menanti rilis notulen rapat FOMC," ucapnya.
BACA JUGA:
Ia menambahkan secara teknikal, pergerakan rupiah diperkirakan akan berada di kisaran Rp17.670 hingga Rp17.760 per dolar AS. Selain itu level Rp17.700 yang sebelumnya menjadi area resistansi kini berubah menjadi support terdekat.
"Kegagalan mempertahankan area ini akibat aksi intervensi yang agresif dapat memicu koreksi sehat (pullback) menuju Rp17.650," katanya.
Meski demikian, Sutopo mengatakan jika respons kebijakan moneter dinilai kurang agresif oleh pasar, tren penguatan dolar AS diperkirakan kembali berlanjut dengan target psikologis berikutnya di area Rp17.800 per dolar AS.