Bagikan:

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat langkah mitigasi terhadap berbagai risiko eksternal ke depan.

Untuk informasi, Moody’s Ratings merevisi outlook lima bank besar di Indonesia dari stabil menjadi negatif, termasuk Bank Mandiri.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menjelaskan bahwa penilaian lembaga pemeringkat terhadap sektor perbankan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kondisi makroekonomi, pergerakan nilai tukar, serta fundamental masing-masing bank.

"Hal tersebut turut menjadi pengingat bagi Bank Mandiri untuk mengantisipasi dinamika eksternal guna menjaga fundamental secara berkelanjutan," ujarnya dalam keterangannya, 12 Februari.

Ia menambahkan dalam menghadapi tantangan tersebut, Bank Mandiri akan memperkuat pengelolaan likuiditas dan permodalan, serta menjaga kualitas pembiayaan.

Selain itu, Adhika menyampaikan perseroan tetap berkomitmen menjalankan manajemen risiko secara disiplin dan melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan yang sejalan dengan kebijakan regulator.

Ia menambahkan bahwa Bank Mandiri juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Moody’s menurunkan outlook kredit lima bank besar di Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Analis Moody’s, Clarabelle Tan, menyatakan bahwa keputusan tersebut sejalan dengan outlook negatif pada peringkat kredit pemerintah Indonesia di level Baa2, yang mencerminkan meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan.

Ia menilai risiko tersebut terlihat dari berkurangnya kepastian dan konsistensi dalam proses perumusan kebijakan, serta komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif dalam setahun terakhir.

Clarabelle menambahkan, apabila kondisi ini terus berlanjut, tren penurunan peringkat kredit dapat menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta menjaga stabilitas makroekonomi, fiskal, dan sistem keuangan.

Meskipun demikian, Moody’s tetap mempertimbangkan ketahanan ekonomi Indonesia dalam penilaiannya, lantaran faktor struktural seperti kekayaan sumber daya alam dan demografi yang solid dinilai mampu menopang pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) secara stabil dan berkelanjutan.