Bagikan:

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026.

Mengacu pada data RTI hingga pukul 09.27 WIB, IHSG tercatat terkoreksi 665,89 poin atau setara penurunan 8 persen ke level 7.654,66.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di posisi 8.027,82, dan sepanjang sesi berjalan indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.049,09 dan terendah 7.654,66.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 13,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,98 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 863.333 kali transaksi.

Pergerakan saham didominasi pelemahan, dengan 658 emiten turun, 33 saham menguat dan 20 saham bergerak stagnan.

Oleh sebab itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt).

Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 8 persen ke level 7.654,66 pada perdagangan Kamis, 29 Januari.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan bahwa pada hari Kamis, 29 Januari 2026, BEI telah memberlakukan pembekuan sementara sistem perdagangan pada pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

"Hari ini, Kamis, 29 Januari 2026, telah dilakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons atas penurunan IHSG yang telah mencapai ambang batas 8 persen.

Adapun, penerapan trading halt ini merupakan bagian dari upaya BEI untuk menjaga agar aktivitas perdagangan saham tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien, sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025.