Bagikan:

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (HSG) diproyeksi bisa rontok ke level 8.000 pada perdagangan hari ini, Kamis, 29 Januari. Phintraco Sekuritas dalam risetnya memperkirakan indeks akan bergerak pada rentang resistance 8.500, pivot 8.250, dan support 8.000.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, IHSG kemarin ditutup melemah signifikan 7,35 persen ke level 8.320,56. Tekanan jual terjadi setelah pengumuman MSCI yang memutuskan membekukan sementara proses rebalancing indeks untuk saham-saham di Indonesia, termasuk membekukan sejumlah perubahan terkait indeks review bulan Februari 2026.

“Bahkan perdagangan kemarin sempat mengalami trading halt selama 30 menit karena IHSG sempat melemah 8 persen di perdagangan sesi 2. Net foreign sell di pasar reguler tercatat sebesar Rp6,12 triliun,” tulis Phintraco Sekuritas.

Menurut Phintraco Sekuritas, investor masih terfokus pada perkembangan isu terkait MSCI, pasalnya jika hingga Mei 2026 tidak ada kemajuan yang signifikan, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia, yang dapat berpotensi pada penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets menjadi Frontier Market.

Hal ini, lanjut Phintraco Sekuritas, memicu aksi sell-off oleh investor, khususnya investor asing. Jika hal tersebut terjadi, berpotensi dana investor asing yang keluar akan lebih banyak yang dapat menekan IHSG dan Rupiah.

“Selain itu juga dapat berdampak pada likuiditas pasar yang menurun, persepsi risiko negara memburuk serta biaya pendanaan yang dihadapi oleh pemerintah dan korporasi akan lebih tinggi,” papar Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas memaparkan, Otoritas sudah menyampaikan pernyataannya merespon hal ini. Namun seberapa lama dan seberapa besar dampak kebijakan MSCI ini terhadap pasar modal Indonesia, akan tergantung pada bagaimana respon otoritas pasar modal untuk menindaklanjutinya dengan cepat.

“Secara teknikal, IHSG hari ini berpotensi menguji level 8.250/8.000. Waspadai jika IHSG menembus level psikologis 8.000, berpotensi dapat menguji level 7.850. Namun jika tekanan jual mereda, investor dapat mencermati saham komoditas seiring dengan kenaikan harga komoditas,” jelas Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham hari ini, yaitu MBMA, MEDC, AKRA, INDY dan MDKA.