Bagikan:

JAKARTA — Menteri Pertanian Amran Sulaiman menemukan praktik berisiko di lokasi bencana Bandung. Tanaman hortikultura semusim ditanam di lereng dengan kemiringan hingga 45 derajat. Pola ini dinilai memperparah ancaman longsor dan banjir. Pemerintah menyiapkan perubahan komoditas sebagai solusi permanen.

Pernyataan itu disampaikan Amran Sulaiman di Komplek Istana Kepresidenan, Rabu (28/1), usai menerima undangan pelantikan Dewan Energi Nasional. Ia menegaskan kawasan dataran tinggi harus ditanami tanaman keras seperti kopi, kakao, kelapa, dan alpukat. Akar kuat tanaman tahunan dinilai mampu menahan erosi. Lembah tetap untuk hortikultura.

Tim Kementan kini di lapangan melakukan inventarisasi. Data luas lahan masih dihimpun. “Kalau tidak bergerak cepat, ini akan terjadi lagi,” tegasnya.

Langkah ini sejalan arahan Presiden menanam tanaman perkebunan seluas 870 ribu hektare tahun ini. Anggaran disiapkan Rp9,95 triliun. Program ini sekaligus mendukung hilirisasi.

Dari sisi energi, sektor pertanian masuk skema biofuel melalui sawit dan tebu, serta dorongan pengembangan singkong. Amran menyebut hasil koordinasi pemerintah menargetkan implementasi B50 sehingga tidak impor lagi solar. Skema ini menempatkan pertanian berkelanjutan sebagai bagian strategi energi sekaligus mitigasi bencana.