JAKARTA - Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta menyampaikan pedagang daging sapi se-Jabodetabek akan melakukan aksi mogok berjualan mulai hari ini hingga Sabtu, 24 Januari 2026. Aksi tersebut dipicu harga sapi timbang hidup yang terlalu tinggi.
Ketua APDI DKI Jakarta Wahyu Purnama mengatakan aksi mogok ini dilakukan sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan pedagang terhadap kondisi perdagangan daging sapi yang dinilai semakin memberatkan.
“Kami memberitahukan bahwa seluruh anggota Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan Aksi Mogok Dagang sebagai bentuk protes dan keprihatinan. Aksi ini akan dilaksanakan pada Kamis 22 Januari sampai Sabtu 24 Januari,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 22 Januari.
Wahyu mengatakan aksi mogok dagang ini dipicu tidak terealisasinya hasil rapat antara APDI dengan Direktorat PKH dan intansi terkait yang digelar pada 5 Januari. Di mana dalam pertemuan tersebut, pemerintah menjanjikan kestabilan harga sapi hidup selama dua pekan.
Namun, sambung Wahyu, harga sapi hidup dari feedlot masih terlalu tinggi. Alhasil, harga karkas di tingkat Rumah Potong Hewan (RPH) juga mengikuti kenaikan tersebut sampai di tingkat konsumen.
“Jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan dari pemerintah ternyata tidak terealisasi. Harga sapi timbang hidup dari Feedloter yang terlalu tinggi. Harga Karkas dari RPH mengikuti naik,” ujarnya.
BACA JUGA:
Menurut dia, tingginya harga daging sapi di tingkat konsumen tidak tepat di tengah pelemahan daya beli masyarakat.
“Bandar sapi potong dan pedagang daging hilirisasi pasar tradisional se-Jabodetabek serta masyarakat menengah ke bawah yang merasa sangat terdampak oleh tingginya harga komoditas daging sapi,” tuturnya.
Wahyu bilang aksi mogok dagang ini juga bertujuan untuk mendorong terciptanya iklim perdagangan daging yang lebih kondusif di tengah tekanan biaya yang semakin meningkat.
“Kami berharap kepada Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional dapat segera mengambil langkah konkret menstabilkan harga untuk hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM di hilirisasi,” kata Wahyu.