JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong RI sebagai pusat perdagangan dan penentuan harga dari kopi.
Meski menempati peringkat ketiga produsen kopi dunia, pusat perdagangan dan penentuan harga komoditas tersebut masih didominasi negara-negara Barat, khususnya Inggris.
"Indonesia adalah produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Kolombia. Kami punya arabika, robusta hingga kopi luwak. Namun, pusat perdagangan kopi selama ini masih banyak berpusat di Inggris," ujar Anindya dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Januari.
Lantas, bagaimana respons pemerintah terkait hal tersebut?
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, pemerintah akan melakukan sejumlah upaya agar Indonesia dapat menjadi pusat atau hub kopi dunia.
"Kantornya, kan, sekarang ada di Inggris kalau nggak salah. Kemarin alasannya kami, kan, produsennya. Kami akan coba melakukan pendekatan supaya (bisa) menjadi pusat, menjadi hub kopi, ya," ucap Budi usai menghadiri peresmian kantor Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) di Jakarta, Senin, 19 Januari.
Saat ditanyai ihwal kemungkinan penetapan harga kopi dilakukan di Indonesia, Budi bilang, hal tersebut masih akan dikaji lebih lanjut lantaran menyangkut mekanisme pasar yang telah berjalan bertahun-tahun.
Menurut Budi, pemerintah perlu melihat konsep tepat bersama asosiasi internasional dan perwakilan negara-negara produsen maupun konsumen kopi.
"Nanti kalau bisa kantor pusatnya di sini. Kan, paling tidak kami bisa merekrut atau bersama-sama dengan asosiasi internasional lainnya, yang perwakilan di masing-masing negara untuk menyampaikan seperti apa nanti konsepnya," kata dia.
BACA JUGA:
Budi menilai, langkah untuk memindahkan pusat penetapan harga kopi dunia tidak dapat dilakukan dengan instan.
Untuk tahap awal, lanjut dia, pemerintah akan fokus melakukan pendekatan melalui berbagai forum kopi internasional.
Dia berharap, upaya tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri kopi global sekaligus meningkatkan daya saing kopi nasional di pasar global.
"Sehingga kopi dari Indonesia semakin dikenal di negara lain. Karena memang (banyak) jenis kopi di Indonesia dan kami juga produsen kopi besar," pungkasnya.