JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat, sebanyak 1.877.747 debitur masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah menikmati dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejak 2010 hingga 2025.
Diketahui, total dana yang telah digelontorkan pemerintah untuk membantu MBR memiliki hunian pertama tersebut mencapai Rp185,87 triliun. Realisasi pada 2025 bahkan mencatatkan sejarah tertinggi dengan penyaluran 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan, tren permintaan rumah subsidi terus menunjukkan kurva positif, terutama setelah masa pandemi. Dia mencatat, profil debitur pada 2025 didominasi oleh MBR dengan penghasilan di rentang Rp3 juta-Rp5 juta per bulan.
"Kami melihat profil debitur ini tidak akan banyak berubah pada 2026. Keberhasilan realisasi 2025 turut didorong oleh kemudahan akses pembiayaan awal yang bergantung pada skema uang muka (down payment/DP) minim," ujar Heru dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 15 Januari.
Secara segmentasi, pekerja sektor swasta masih menjadi motor utama penyerapan KPR Sejahtera FLPP dengan porsi mencapai 73,63 persen atau setara 205.330 unit rumah pada 2025, sedangkan mayoritas debitur memilih tenor cicilan di kisaran 10 hingga 15 tahun.
BACA JUGA:
Memasuki tahun anggaran (TA) 2026, pemerintah memasang target lebih agresif. Heru mengungkapkan, sesuai Nota Keuangan 2026, terdapat alokasi pencadangan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran hingga 350.000 unit rumah.
Saat ini, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tersedia telah dipatok untuk 285.000 unit rumah dengan total kebutuhan dana Rp36,6 triliun.
"Dana tersebut terdiri dari anggaran DIPA sebesar Rp25,1 triliun, pengembalian pokok (revolving fund) sebesar Rp10,2 triliun dan saldo awal 2026 sebesar Rp4,6 triliun," katanya.
Heru optimistis target 350.000 unit dapat tercapai mengingat tingkat kesiapan stakeholder semakin matang.
Adapun saat ini BP Tapera telah menjalin kerja sama dengan 43 bank penyalur dan 8.113 pengembang tersebar di 13.249 lokasi.