JAKARTA - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) memberi sinyal PT Pertamina Patra Niaga bakal memimpin penggabungan tiga anak usaha PT Pertamina (Persero), yakni PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), PT Pertamina International Shipping (PIS), dan PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf mengatakan rencana penggabungan tersebut masih berjalan dan dalam proses kajian. Namun, Patra Niaga dinilai paling memungkinkan untuk ditunjuk sebagai induk pengelola bisnis hilir Pertamina.
“(Penggabungan tiga anak usaha Pertamina) ini sedang dikaji juga. Kayaknya begitu (Pertamina Patra Niaga jadi induk),” ucap Aminuddin ditemui di Jakarta, ditulis Selasa, 30 Desember.
Pada akhir November lalu, PT Pertamina (Persero) memastikan proses integrasi bisnis ketiga anak usahanya, integrasi Subholding Commercial & Trading, Refinery & Petrochemical, serta Integrated Marine Logistics akan dilakukan secara bertahap.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono menyebutkan, peleburan ketiga anak usha ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi end-to-end bisnis hilir, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat daya saing produk.
“Kami yakin integrasi ini juga akan memperkokoh rantai pasok energi nasional,” ujar Agung dalam keterangan kepada media, Rabu, 26 November.
Ia menjelaska , proses ini akan dilakukan secara bertahap dan masih menunggu persetujuan dari pemangku kepentingan.
“Seluruh tahapan masih menunggu persetujuan para pemangku kepentingan. Kami memastikan proses berjalan dengan hati-hati dan sesuai prinsip tata kelola,” sambung Agung.
BACA JUGA:
Sebelumnya Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menargetkan merger tiga anak usaha Pertamina akan rampung pada 1 Januari 2026.
"Kita sih kejarnya mudah-mudahan per 1 Januari 2026 sudah terlaksana (merger) gitu," ujar Simon kepada awak media saat ditemui di Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin, 10 November.
Menurut Simon, saat ini proses merger ketiga anak usaha ini telah memasuki tahap finalisasi dan akan dilaporkan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) agar memperoleh persetujuan.
"Kita akan lapor ke Danantara," sambung Simon.
Simon menjelaskan, pengabungan PIS, KPI dan Pertamna Patra Niaga ini dimaksudkan agar Pertamina tetap meningkatkan performa perusahaan di tengah tantangan ekonomi dalam negeri dan globalk.
"Kondisi global juga banyak challenges," jelas dia.