JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan, masih ada 17 jalan putus dari total 27 titik rusak di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) imbas banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu.
Diketahui, ada 11 kabupaten/kota terdampak, antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah; Kota Sibolga; Kabupaten Tapanuli Utara; Kabupaten Tapanuli Selatan; Kabupaten Mandailing Natal; dan Kabupaten Dairi.
Kemudian, ada Kabupaten Karo; Kota Medan; Kabupaten Pakpak Barat; Kabupaten Deli Serdang; dan Kota Binjai.
Dikutip dari akun Instagram resmi @kementerianpu, Jumat, 12 Desember, ada beberapa kejadian akibat banjir tersebut.
Rinciannya, longsor tebing di 171 titik dengan total yang sudah ditangani pemerintah 163 titik, jalan putus 27 titik dengan total tertangani 10 titik dan jalan amblas di 38 titik dengan total sudah ditangani sebanyak 18 titik.
Kemudian, oprit jembatan putus sebanyak empat titik dengan sudah ditangani 3 titik serta genangan banjir di 28 titik dengan total semua sudah ditangani.
"Sebagian besar titik kritis kini sudah tertangani, 163 titik dari 171 titik longsor telah dibersihkan, 10 titik dari 27 titik jalan putus sudah terhubung kembali dan 28 titik genangan banjir seluruhnya telah surut dan tertangani," tulis akun Instagram tersebut.
Kementerian PU menyebut, pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumut terus dilakukan dari hari ke hari. Hingga 9 Desember 2025, tim lapangan mulai dari personel teknis hingga operator alat berat bergerak di 11 kabupaten/kota untuk memastikan akses masyarakat kembali terbuka.
Dukungan alat berupa yang telah dikirimkan Kementerian PU di provinsi tersebut meliputi, 72 unit excavator, 19 unit loader dan 14 unit backhoe loader. Serta, grader, vibro, bulldozer, chainsaw, trado, dump truck dan kendaraan ganda untuk mobilitas tim.
Adapun dukungan darurat lainnya untuk mempercepat stabilisasi jalan dan perlindungan lereng, berupa tujuh mobil operasional, sembilan pikap, 2.000 agregat dan 770 geobag.
BACA JUGA:
Menurut Kementerian PU, fokus utama penanganan tetap sama, yaitu membuka akses, menjaga mobilitas warga serta memastikan layanan dasar tetap berjalan di tengah kondisi dinamis.
"Pemulihan masih berlanjut dan setiap progres berarti satu langkah dekat menuju normalnya kembali aktivitas masyarakat," imbuhnya.