Bagikan:

BOGOR - Kementerian Perhubungan angkat bicara soal rencana maskapai baru asal Sarawak, Malaysia, Air Borneo, yang tengah menjajaki pembukaan rute internasional ke Indonesia, khususnya ke sejumlah kota di Kalimantan, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo membenarkan pemerintah telah menerima pengajuan investasi dari perusahaan tersebut. Namun, kata dia, hingga kini belum ada dokumen resmi yang menyatakan keseriusan mereka membuka rute internasional.

“Kalau penjajakan memang iya. Tapi sampai saat ini belum ada yang formal, belum ada legal formalnya. Baru diskusi-diskusi saja,” tuturnya dalam Media Gathering Angkasa Pura Indonesia, di Bogor, Kamis, 11 Desember.

Setiyo bilang Air Borneo menargetkan rute internasional yang menghubungkan Sarawak dengan berbagai wilayah di Kalimantan. Selain IKN, sejumlah bandara lain di pulau tersebut juga masuk dalam radar pengembangan rute.

“Intinya dia ingin membuka rute ke arah sana (Kalimantan), bukan hanya IKN, tapi ke beberapa Bandara di Kalimantan, juga ingin menambah frekuensinya,” ucapnya.

Sekadar informasi, sebelumnya Otorita IKN menerima kunjungan Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, untuk membahas peluang kerja sama lintas sektor, mulai dari transportasi, kesehatan, pendidikan hingga kebudayaan.

Pada sektor transportasi, pemerintah Sarawak tengah menyiapkan peluncuran maskapai baru Air Borneo pada Januari mendatang. Maskapai ini dirancang menghubungkan Sarawak dengan sejumlah kota di Pulau Borneo, termasuk membuka jalur langsung ke Nusantara.

Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin bilang peningkatan konektivitas udara ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru seiring rencana pengoperasian Bandara Internasional Nusantara sebagai bandara komersial.

“Kita dalam pulau yang sama di Borneo. Kami sangat tertarik dengan pembangunan Nusantara ini adalah masa depan. Sesama di Borneo, kami bangga nantinya seluruh dunia akan datang ke Nusantara. Selain transportasi udara, kami juga sedang mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyambut positif peluang tersebut dan menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas kawasan.

“Sebentar lagi Bandara Nusantara akan beroperasi sebagai bandara komersial. Ini akan mempermudah mobilitas dari dan ke IKN. Jika jalur kereta api lintas tiga negara terwujud, ekonomi Asia Tenggara akan bergerak lebih cepat,” katanya.

Selain transportasi, kedua belah pihak juga membahas kerja sama kesehatan melalui penguatan fasilitas rumah sakit dan riset medis, serta peluang kolaborasi budaya antara Sarawak dan kawasan Nusantara yang memiliki akar serumpun.