Bagikan:

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mulai menjalankan langkah efisiensi internal dengan memangkas 10 persen dari total gaji yang didapatkan jajaran direksi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H Kairupan bilang keputusan itu, disepakati secara sukarela oleh seluruh direksi sebagai bentuk komitmen memperbaiki kondisi perusahaan.

“Saya tawarkan kepada para direksi bagaimana kalau para direksi Garuda secara sukarela (memangkas gaji). Karena pemimpin itu, saudara-saudara sendiri seorang pemimpin, harus seorang pribadi yang berani berkorban. Kalau kita tidak terima gaji, kita potong 10 persen. Apakah semua orang setuju? Ternyata semuanya setuju,” katanya dalam RDP dengan Komisi VI DPR secara virtual, Senin, 1 Desember.

Glenny menjelaskan, langkah pemotongan gaji ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan pola kerja perusahaan yang dinilainya selama ini boros dan tidak efektif.

“Karena saya dapatkan bahwa anak atau cucu ini terlalu menghambur-hamburkan uang,” ujarnya.

Selain itu, Glenny bilang Garuda juga melakukan pembenahan pada kantor perwakilan di luar negeri yang dianggap tidak efisien. Contohnya, kasus perwakilan di Jepang yang dinilai bermasalah dalam pelayanan kepada penumpang.

“Saya sampaikan, ini pasti ada permainan. Saya minta kepada human capital, ganti perwakilan yang ada di Jepang. Langsung dibuat hari itu juga, ditarik balik,” jelasnya.

Selain pergantian pejabat, Glenny mengungkapkan jumlah staf perwakilan di berbagai negara juga turut dipangkas.

“Efisiensi dilakukan juga pada kita punya perwakilan-perwakilan yang 2 sampai 3 orang, itu kita cabut, hanya satu orang. Biarkan lokal staff yang lebih banyak. Karena kita harus membiayai mereka punya allowance, termasuk sewa rumah dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Glenny, seluruh langkah efisiensi ini dilakukan sebagai upaya penyelamatan perusahaan, termasuk memperbaiki budaya kerja.

“Budaya saya ubah dengan membuat kontra politik. Saya buat suatu catatan-catatan tertentu yang harus diucapkan mereka sehari-hari di setiap kantornya itu. Jati diri seluruh karyawan Garuda,” tuturnya.