Bagikan:

AKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah menandatangani kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) terkait pengembangan layanan transportasi kereta.

Kesepakatan tersebut diumumkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.

Salah satu poin kerja sama itu adalah rencana pengoperasian kereta pariwisata yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur. Kereta tersebut diberi nama Jakarta Lalana.

"Hari ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan seluruh Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jawa Barat disaksikan oleh Pak Wamenhub dan kami berkomitmen dengan Direktur Utama PT KAI untuk mengembangkan satu Kereta Pariwisata Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur, namanya Jakarta Lalana," ucap KDM dikutip dari unggahan video di akun Instagram resminya @dedimulyadi71, Kamis, 27 November.

Berdasarkan keterangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov Jabar, kereta tersebut akan dirilis secara resmi pada pertengahan Desember 2025 nanti. Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan Kereta Api Kilat Padjajaran yang menghubungkan rute Jakarta–Bandung.

Dedi bilang, kereta tersebut akan memangkas waktu tempuh menjadi 1 sampai 1,5 jam perjalanan. Layanan kereta juga akan diterapkan pada rute Garut–Tasikmalaya–Banjar dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 2 jam.

"Kedua (terkait) lokomotif, gerbong pengangkut hasil pertanian dan perdagangan dari Jakarta–Cirebon, Jakarta–Banjar. Ketiga, kereta listrik dari Padalarang ke Cicalengka dan keempat jalur Nambo–Citayam," terangnya.

KDM pun meminta doa agar rencana tersebut dapat diwujudkan. "Untuk itu, doakanlah agar kami bisa mendapat uang untuk memenuhi seluruh cita-cita besar ini. Semoga Pemda Jawa Barat berjodoh dengan PT KAI," imbuhnya.