JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan, adanya tambahan korban meninggal dan luka-luka akibat tabrakan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin, 27 April malam.
Hal itu disampaikan AHY usai meninjau lokasi kejadian kecelakaan di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur, pada hari ini.
"Update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang meninggal dunia dan 88 orang masih dirawat. Termasuk, ada tiga yang tadinya terjepit bisa kami evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," ujar AHY dalam keterangan audio yang dibagikan Humas Kemenko Infrastruktur, Selasa, 28 April.
Ia menekankan, seluruh korban luka-luka harus mendapatkan perawatan medis optimal agar segera pulih. Dalam tahapan proses evakuasi, AHY menegaskan, keselamatan para korban menjadi fokus utama.
"Tentunya sekali lagi kami berupaya maksimal untuk melakukan penanganan secara medis, agar bisa menyelamatkan saudara-saudara yang masih dirawat saat ini," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM memastikan, seluruh korban meninggal dunia akibat tabrakan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, akan mendapatkan santunan masing-masing sebesar Rp50 juta.
Hal itu diungkap KDM dalam unggaham video di akun Instagram resminya @dedimulyadi71, Selasa, 28 April.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing Rp50 juta," ungkap KDM.
Selain itu, KDM menyebut, Pemprov Jawa Barat juga akan menanggung biaya perawatan seluruh korban luka-luka akibat insiden tragis tersebut.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat," katanya.
KDM pun menyampaikan belasungkawa terhadap seluruh korban dalam kecelakan kereta itu.
BACA JUGA:
Dia berharap, peristiwa tragis itu tak terulang kembali ke depannya.
"Kami menyampaikan duka yang dalam atas musibah tertabraknya KRL Jakarta–Kabupaten Bekasi khusus mengangkut penumpang perempuan oleh KA agro Bromo Anggrek (rute) Jakarta–Surabaya. KRL tersebut berhenti disebabkan karena adanya taksi listrik mogok di lintasan rel kereta api, sehingga menimbulkan korban meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit," tutur KDM.
"Semoga musibah ini adalah peristiwa terakhir. Untuk itu, mohon doa kepada seluruh warga Jawa Barat agar keluarga korban ditabahkan dan dapat kesabaran menghadapi musibah yang dialami ini," pungkasnya.