JAKARTA - Pemerintah melalui BUMN Karya terus membangun jalan di wilayah Timur Indonesia guna memangkas waktu tempuh masyarakat menuju suatu tujuan.
Hal itu dibuktikan dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang telah merampungkan Jalan Kwatisore–Kampung Muri di Papua Tengah.
Kini, jalan yang menelan anggaran sebesar Rp138,2 miliar itu pun sudah selesai dibangun dan mulai beroperasi sejak 2024 silam.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menjelaskan, fungsi utama jalan itu ialah memperpendek waktu tempuh hingga 22 jam dari Nabire ke Manokwari menjadi 14 jam saja, dari semula 36 jam.
"Jalan Kwatisore–Kampung Muri merupakan bentuk dukungan perseroan terhadap Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2023 Tentang Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua Tahun 2022-2041. Pengerjaan proyek ini pun menjadi wujud upaya Waskita Karya untuk mendorong pemerataan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua," ujar Ermy dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 7 November.
Menurut Ermy, peningkatan konektivitas antardaerah harus dilakukan, karena tidak hanya mempermudah mobilisasi manusia, tapi juga pengiriman barang dan jasa. Mulai dari alat kesehatan, pendidikan maupun bahan pangan.
Dengan adanya jalan ini, penduduk Kwatisore bisa menempuh jalur darat menuju Nabire.
Sebelumnya, mereka harus melewati jalur laut karena jalur darat yang ada belum memadai.
"Dalam pengerjaannya, Waskita Karya selalu mengedepankan kualitas meski pengiriman material cukup menantang, karena proyek sepanjang 16,38 kilometer ini berada di tengah hutan. Perseroan pun menerapkan green construction untuk keberlanjutan ekosistem alam," katanya.
BACA JUGA:
Guna memangkas waktu pembangunan, lanjut Ermy, perseroan turut menghadirkan inovasi box precast pada struktur saluran penyebrangan (crossing).
Metode tersebut pertama kali dipakai pada pengerjaan jalan di kawasan Papua Tengah.
"Kami merasa bangga dapat ikut membangun jalan yang berfungsi membuka keterisolasian daerah ini. Kini pengiriman barang dan jasa lebih mudah, sehingga berpotensi menggerakkan perekonomian lokal," tuturnya.
"Ke depannya, perseroan berkomitmen terus mendorong pemerataan pembangunan di Tanah Air, khususnya di daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T)," pungkas Ermy.