Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 22 Oktober, Kurs rupiah spot ditutup menguat tipis 0,02 persen ke level Rp16.585 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup turun 0,17 persen di level harga Rp16.617 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan investor juga mencermati perkembangan perundingan perdagangan AS-Tiongkok karena para pejabat dari kedua negara akan bertemu minggu ini di Malaysia.
"Investor juga memantau ketegangan antara AS dan Venezuela, produsen minyak utama. Serangan AS terhadap Venezuela di perairan internasional merupakan eskalasi yang berbahaya dan merupakan eksekusi di luar hukum," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Kamis, 23 Oktober.
Selain itu, ia menambahkan investor tetap berhati-hati menjelang laporan indeks harga konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada hari Jumat, yang diharapkan akan memberikan panduan penting menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve minggu depan.
Menurutnya penutupan pemerintah AS yang sedang berlangsung telah meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan, dengan sebagian kalender data ekonomi terganggu.
Ibrahim menambahkan penutupan pemerintah AS telah memasuki 21 hari sampai pada hari Selasa tanpa tanda-tanda akan berakhir, yang memaksa beberapa lembaga penting untuk melakukan cuti.
Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menyampaikan Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 21-22 Oktober 2025.
Selain itu, suku bunga deposit facility juga dipertahankan di level 3,75 persen, dan suku bunga lending facility dipertahankan di level 5,50 persen.
Keputusan konsisten atau sejalan perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah yang sesuai dengan fundamentalnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, serta sinergi untuk turut memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, BI akan terus mencermati efektivitas transmisi kebijakan moneter longgar yang telah ditempuh, prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi, serta stabilitas nilai tukar rupiah dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga atau BI-Rate.
BACA JUGA:
BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial untuk makin mendorong penurunan suku bunga, peningkatan likuiditas, dan kenaikan pertumbuhan kredit pembiayaan bagi pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi, melalui perluasan pembayaran digital, penguatan struktur industri pembayaran, serta penguatan daya tahunan infrastruktur sistem pembayaran.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 23 Oktober 2025 dalam rentang harga Rp16.580 - Rp16.610 per dolar AS.