Bagikan:

JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menargetkan akan menerima dividen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp140 triliun di tahun ini.

“Dividen kita kurang lebih itu pada tahun ini, kita terima walaupun kita terima secara bertahap, itu kurang lebih mencapai Rp140 triliun,” kata Rosan dalam acara Berdikari Bersama Danantara Indonesia: Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Senin, 20 Oktober.

Rosan bilang sepanjang lima tahun ke depan, potensi pendanaan Danantara melalui dividen BUMN dapat menyentuh angka Rp750 triliun dengan asumsi dividen Rp150 triliun per tahun.

“Kalau kita bicara kali 5 untuk perhitungan gampang, mungkin ya jadi Rp150 triliun. Kalau kita kali 5 berarti nilainya berapa? Rp750 triliun. Itu dalam 5 tahun ke depan yang kita bisa investasikan, dan itu semuanya kalau saya bilang itu dana equity,” ucapnya.

Rosan bilang dengan kehadiran Danantara dalam mengelola aset perusahaan negara dapat berkontribusi pada perekonomian. Apalagi, total Produk Domestik Bruto (GDP) saat ini terus bertambak sekitar 1,5 hingga 1,6 triliun dolar AS.

Lebih lanjut, Rosan mengatakan angka tersebut masih bakal terus tumbuh. Dia pun menekankan sinergi antar pihak untuk mengoptimalkan peran Danantara mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Danantara perannya itu tidak akan menjadi optimal, tidak akan menjadi maksimal kalau bekerja sendiri. Justru keberadaan Danantara ini kami ingin mengajak dunia usaha, private sektor untuk sama-sama berkembang dengan kami,” jelasnya.

Rosan mengajak seluruh pelaku usaha untuk terlibat dalam investasi Danantara, salah satunya waste to energy atau pengelolaan sampah. Kata dia, kesempatan tersebut terbuka lebar bagi pengusaha.

“Kita mengajak dunia usaha untuk investasi bareng-bareng dengan kita. Justru di sinilah peran kita. Dan kita ingin yang pengusaha teman-teman dari HIPMI ini juga mash aktif juga gitu. Karena kesempatannya pasti kita akan buka lebar. Pendanaan pasti saya akan buka lebar,” ujarnya.