JAKARTA - PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) melakukan perombakan jajaran Direksi dan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Jakarta, pada Senin, 13 Oktober.
Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham menyetujui Irsyad Hanif sebagai Direktur Utama Perseroan menggantikan Catur Jatiwaluyo. Adapun posisi Direktur ditempati oleh Catur Jatiwaluyo dan Dillon Sutandar.
Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui perubahan dalam jajaran komisaris yaitu menyetujui Budi Aditya Erna Mulyanto sebagai Komisaris dan Frezi Majesty sebagai Komisaris Independen, menggantikan Frederick Rompas.
Berikut susunan Pengurus Perseroan sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Philip Sumali sebagai Komisaris Utama
Budi Aditya Erna Mulyanto sebagai Komisaris
Frezi Majesty sebagai Komisaris Independen
Dewan Direksi
Irsyad Hanif sebagai Direktur Utama
Catur Jatiwaluyo sebagai Direktur
Dillon Sutandar sebagai Direktur
Direktur PPRI Catur Jatiwaluyo mengatakan, perusahaannya menitikberatkan usahanya pada industri pengemasan dengan menggunakan bahan utama dari kertas, yang merupakan sumber daya terbarukan.
Selain itu, ia menyampaikan PPRI aktif memperkenalkan produk-produk ramah lingkungan untuk memberikan dampak positif bagi pelanggan, karyawan, dan lingkungan sekitar.
“Ini memang menjadi komitmen kami sejak awal, untuk berkontribusi secara positif menjaga keberlanjutan lingkungan serta memberikan manfaat yang berkesinambungan bagi semua pihak,” tuturnya dalam RUPSLB, Senin, 13 Oktober.
BACA JUGA:
Adapun, pada kuartal II-2025 PPRI mencatatkan penjualan senilai Rp78,42 miliar atau naik sebesar 6,39 persen dibanding periode sama di tahun sebelumnya senilai Rp73,70 miliar.
Selain itu, Perseroan juga mencatatkan gross margin senilai Rp12,15 miliar atau naik 3,62 persen dibanding periode sama di tahun sebelumnya senilai Rp11,73 miliar.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, penjualan mengalami kenaikan, terutama di lini ritel untuk produk cup dan paper bowl,” ucapnya.
Catur mengatakan, naiknya revenue Perseroan tidak terlepas dari strategi bisnis yang dilakukan yaitu salah satu strategi Penjualan yang dilakukan Perseroan untuk meningkatkan penjualan di tahun 2025 adalah dengan lebih agresif dalam merambah pasar baru.
“Perusahaan juga terus berinovasi untuk menciptakan produk baru dengan tetap menjaga kualitas dan juga pelayanan kepada semua pelanggan,” katanya.