JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut, permintaan terhadap green materials bisa mencapai 4,5 kali lipat sampai dengan 2030 mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan dalam acara Indonesia Green Mineral Investment Forum (IGMIF) 2025 di Jakarta, Kamis, 2 Oktober.
"Dunia ini diekspektasikan akan mengalami pertumbuhan signifikan dari sisi permintaan terhadap green materials. Kami bisa melihat dari 2024 ke 2030 itu bisa sampai 4,5 kali lipat permintaannya terhadap green materials tersebut," ujar Nurul.
Menurut Nurul, permintaan yang tinggi itu harus dimanfaatkan oleh Indonesia sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alamnya.
"Permintaan itu tentunya merupakan bagian dari ekosistem global atau global supply chain yang Indonesia harus menjadi bagian dari itu. Karena Indonesia selalu top 10 dari sumber daya alam. Kami akan menjadi bagian supply atas ekosistem dari industri berbasis mineral yang kami miliki itu," kata dia.
BACA JUGA:
Karena itu, kata Nurul, Indonesia perlu memperhitungkan produk-produk yang dihasilkan ke depan sudah menerapkan prinsip berkelanjutan dan hijau.
"Kami harus memperhitungkan produk yang dihasilkan cenderung harus (hijau). Proses mulai dari penambangan, bahkan sampai dengan barang setengah jadi dan barang jadi yang itu menjadi produk-produk hijau," pungkasnya.