Bagikan:

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa, 23 September 2025, diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Untuk diketahui, mengutip Bloomberg, pada hari Senin, 22 September 2025, Kurs rupiah spot di tutup melemah 0,06 persen ke level Rp16.611 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup turun 0,17 persen ke level harga Rp16.607 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang cenderung melemah. 

Selain itu, ia menilai pelemahan dolar AS dipicu oleh kekhawatiran terkait kebijakan imigrasi baru pemerintahan Trump, khususnya rencana pengenaan biaya sebesar 100.000 dolar AS bagi pekerja pemegang visa H-1B. 

"Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah terbebani oleh kekuatiran kebijakan imigrasi Trump baru terkait pengenaan biaya 100.000 dolar AS pada pekerja dengan visa H-1B," ujarnya kepada VOI, Selasa, 23 September.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa dolar AS juga tidak mendapat dukungan dari pidato para pejabat The Fed semalam yang memberikan sinyal yang beragam mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

"Dolar AS juga tidak mendapatkan dukungan dari pidato2 pejabat the Fed semalam yang memberikan sinyal beragam," ucapnya.

Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah pada Selasa, 23 September, bergerak dalam kisaran Rp16.500 per dolar AS hingga Rp16.650 per dolar AS.