YOGYAKARTA - Komoditas udang saat ini mengundang keuntungan yang sangat menjanjikan sehingga banyak orang yang mencoba untuk menjalani usaha budidaya udang. Jika Anda tertarik dengan budidaya ini, tentu yang harus Anda ketahui pertama kali adalah modal usaha tambak udang.
Pada saat ini, kebutuhan udang tidak hanya untuk pasar lokal saja, tetapi sudah merambah ke pasar luar negeri. Hal ini menandakan bahwa usaha udang memberikan peluang yang bagus, terlebih di pasar domestik ataupun global. Sebab, udang dijual dengan harga yang cukup tinggi.
Modal Usaha Tambak Udang
Sebelum menjalani bisnis ini, pastikan Anda mengetahui modal yang diperlukan untuk mengawalinya. Untuk memulai bisnis ini, modal yang dibutuhkan dibagi menjadi 2, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap.
Untuk biaya tetap, simak uraian di bawah ini:
- Pompa air dan kincir: Rp10 jutaan
- Sewa lahan: Rp10 jutaan
- Kolam terpal: Rp20 jutaan
- Instalasi listrik: Rp20 jutaan
- Peralatan lain: Rp10 jutaan
Dengan demikian, total biaya tetap yang harus disediakan yaitu sebesar Rp70 jutaan.
Selain biaya tetap, ada juga biaya tidak tetap. Biaya tidak tetap ini dapat berupa suplemen, biaya pakan hingga gaji karyawan, dengan rincian sebagai berikut:
- Bibit udang: Rp200 juta
- Suplemen: Rp20 juta
- Pakan: Rp600 juta
- Transportasi serta listrik: Rp100 juta
- Gaji karyawan: Rp300 juta
Jika kita totalkan, biaya tidak tetap yang harus disiapkan yaitu sebesar Rp1.120.000.000 untuk per hektarnya. Biaya ini tentunya bersifat tidak mutlak sebab dapat disesuaikan dengan besarnya bisnis tambak udang yang akan Anda jalankan.
Modal Tambak untuk Jenis Udang Vaname
Sebenarnya, bisnis udang vaname sudah populer sejak lama. Sejak tahun 2002 yang lalu, jenis udang ini mulai dibudidayakan di tambak-tambak. Udang ini pertama kali ditemukan pada tahun 1970 di Tahiti, dan selanjutnya berkembang di Hawaii.
Setelah berkembang di Hawaii, udang ini mulai dibudidayakan di sejumlah kawasan. Adapun di wilayah Asia, udang vaname mulai masuk tahun 1978 hingga 1979. Modal tambak udang di atas memang terlihat begitu besar. Sebenarnya ada beberapa hal yang ikut berpengaruh terhadap besarnya modal tambak, di antaranya:
Luas Lahan
Salah satu hal yang menjadi pertimbangan banyaknya modal yang harus disiapkan untuk mengawali usaha ini yaitu luas lahan. Semakin luas lahan tambak yang dijadikan tempat budidaya, modal yang disiapkan menjadi semakin besar.
Jika ingin memulai usaha dari kecil terlebih dahulu, Anda dapat menyiapkan lahan sebesar beberapa ratus meter terlebih dahulu. Namun, jika ingin langsung besar dengan luasan 1 hektar, sebaiknya sediakan modal yang cukup besar.
Ukuran Kolam Terpal
Selain lahan yang dimanfaatkan untuk proses budidaya, ukuran kolam terpal juga berpngaruh terhadap besarnya modal. Ada beberapa ukuran kolam terpal yang dapat Anda gunakan, misalnya:
- Kolam terpal dengan diameter 10 meter. Kolam terpal dengan diameter 10 meter diperkirakan dapat menghasilkan hingga 5 kuintal udang dengan durasi 3 bulan.
- Kolam terpal diameter 15 meter. Adapun kolam dengan diameter 15 meter diperkirakan dapat menghasilkan 1 ton udang dengan siklus budidaya selama 3 bulan.
- Kolam dengan diameter 20 meter. Kolam dengan diameter 20 meter, diperkirakan mampu menghasilkan 2 ton udang dengan siklus budidaya selama 3 bulan.
- Kolam diameter 25 meter. Jika memilih kolam dengan diameter 25 meter, Anda dapat menghasilkan hingga 2,5 ton udang dengan siklus budidaya selama 3 bulan.
- Kolam diameter 30 meter. Kolam terpal yang memiliki diameter 30 meter, dapat menghasilkan 5 ton udang dengan siklus budidaya 3 bulan.
- Kolam diameter 40 meter. Kolam dengan diameter 40 meter, dapat menghasilkan hingga 7,5 ton udang. Seperti jenis kolam yang lain, hasil udang ini didapatkan dengan siklus budidaya selama 3 bulan.
Status Lahan
Apakah status lahan juga mempengaruhi biaya sewa? Jika status lahan yang akan dijadikan sebagai tempat budidaya adalah lahan milik sendiri, biaya budidaya tidak akan sebesar ketika Anda harus membayar/menyewa lahan atau membeli lahan.
Banyaknya Bibit yang Dibeli
Selanjutnya, jumlah bibit yang dibeli juga akan berpengaruh terhadap besaran modal yang harus dikeluarkan. Anda disarankan untuk menyesuaikan jumlah bibit dengan kapasitas setiap kolam.
Hindari memasukkan bibit dengan jumlah yang melebihi batas dalam satu kolam sebab akan membuat pertumbuhan udang menjadi kurang maksimal.
Demikianlah ulasan mengenai modal usaha tambak udang. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.