JAKARTA - Inovasi Muda menjalin kerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) melalui program magang yang melibatkan tiga mahasiswa jurusan Sosiologi dan Antropologi. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan sosial dan lingkungan, serta menyiapkan mereka memasuki era green jobs yang kian berkembang.
Program magang ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dengan memadukan pendekatan akademis dan praktik lapangan. Para mahasiswa tidak hanya mendalami teori sosial, tetapi juga menerapkan pengetahuan tersebut dalam proyek-proyek nyata yang berfokus pada keberlanjutan. Kegiatan magang meliputi pemetaan sosial, observasi perilaku masyarakat, dan pengembangan program berbasis ekonomi hijau, seperti pengelolaan sampah, penguatan ekonomi sirkular, dan pemberdayaan komunitas lokal.
Sebagai bagian dari program magang tersebut, pada Selasa, 2 September 2025, Inovasi Muda menggelar Green Job Talks Spesial Session dengan mengusung tema “From Local Action to Regional Impact: Youth Leading Green Jobs and Diplomacy.” Acara ini menghadirkan Chin Guan Rong, Presiden Persatuan Alam Sekitar dan Tenaga Hijau Malaysia Universiti Kebangsaan Malaysia, serta Prana Janin, Head of Partnership and Engagement Inovasi Muda Indonesia, sebagai narasumber utama.
Diskusi ini menyoroti bagaimana generasi muda dapat mengambil peran strategis dalam menjawab tantangan lingkungan, menciptakan lapangan kerja hijau, serta memperkuat diplomasi antarnegara melalui aksi nyata di tingkat lokal.
“Green jobs bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan masa depan. Melalui program ini, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana teori yang mereka pelajari dapat menjawab isu lingkungan sekaligus menciptakan peluang kerja yang berkelanjutan,” ujar Restu Andini Chairwoman Inovasi Muda.
Selama program berlangsung, mahasiswa akan terlibat dalam inisiatif yang dijalankan Inovasi Muda, seperti Green Jobs Academy, pendampingan komunitas, dan riset sosial untuk pengembangan model pemberdayaan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai isu lingkungan, tetapi juga membuka wawasan mereka tentang peluang karier di sektor hijau.
“Sepanjang bersama Inovasi Muda, saya sedar inovasi bukan hanya tentang teknologi, tapi juga keberanian mencuba, berfikir secara smart, dan berkongsi idea untuk kebaikan bersama. Pengalaman ini mengajar saya melihat cabaran sebagai peluang dan terus menyumbang kepada masyarakat. “Dari Inspirasi ke Transformasi” ini slogan yang saya cipta sendiri sesuai dengan inovasi muda,” ucap Yana, Mahasiswi Universiti Kebangsaan Malaysia.
BACA JUGA:
Kerja sama antara Inovasi Muda dan UKM menandai langkah awal penguatan diplomasi pemuda Indonesia–Malaysia. Dengan keterlibatan mahasiswa, akademisi, dan praktisi, inisiatif ini diharapkan mampu memperluas pemahaman tentang transisi hijau sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.
Langkah konkret ini menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia–Malaysia tidak hanya bergerak pada tataran kebijakan, tetapi juga dimulai dari inisiatif mahasiswa dan organisasi pemuda yang langsung bersentuhan dengan isu di lapangan. Dari aksi lokal, dampaknya bisa berkembang menjadi kontribusi regional yang lebih luas.