Bagikan:

YOGYAKARTA – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan kondisi ekspor Indonesia di tengah bayang-bayang kebijakan tarif transhipment tambahan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Adapun, kebijakan tarif transhipment merupakan langkah yang diambil Trump untuk mencegah produk asal China dialihkan ke negara lain sebelum masuk ke pasar AS. Salah satu negara yang terdampak aturan ini adalah Vietnam, yang terancam tarif hingga 40 persen jika produk ekspornya terbukti bukan buatan dalam negeri.

"Memang, masih ada risiko dengan additional tariff untuk transhipment," ungkap Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juli Budi Winantya dalam kegiatan kebijakan BI Jaga Stabilitas dan Dorong Pertumbuhan, Jumat, 22 Agustus.

Juli mengakui bahwa ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor masih ada, namun kondisi tersebut bersifat sementara dan saat ini kepastian mengenai kebijakan tarif kini semakin terlihat.

Menurutnya salah satu indikatornya adalah tarif resiprokal Indonesia sebesar 19 persen yang sangat kompetitif dibandingkan negara lain.

"Kita yakini ke depan ekspornya masih akan tetap baik. Memang, secara umum karena tarifnya lebih rendah, confident-nya lebih tinggi, ya tentunya kita harapkan ekspornya ke depan akan juga meningkat," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekspor diharapkan akan turut mendorong peningkatan investasi dan konsumsi rumah tangga.

BI mencatat ekspor Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan pada Juni dan Juli 2025 yang berdampak nyata pada tiga sektor utama.

Pertama, sektor industri pengolahan yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,68 persen. Kedua, sektor perdagangan yang tumbuh 5,37 persen, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekspor. Ketiga adalah sektor informasi dan komunikasi, yang mengalami pertumbuhan tertinggi di antara ketiganya, yakni mencapai 7,9 persen.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 1 Agustus 2025 menunjukkan bahwa nilai ekspor Indonesia pada Juni 2025 mencapai 23,44 miliar dolar AS, atau naik 11,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.