Bagikan:

JAKARTA - Program Listrik Desa (Lisdes) melalui inovasi SuperSUN milik PT PLN (Persero) menghadirkan listrik andal di sekolah, fasilitas umum, dan rumah ibadah, menggantikan genset yang selama ini menemani keseharian warga di Luwu Utara.

SuperSUN adalah solusi elektrifikasi karya anak bangsa berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System. Hingga kini, 36 unit SuperSUN telah terpasang dan mewujudkan kemerdekaan energi bagi warga Seko, menjadikan anak-anak belajar lebih nyaman, layanan publik lebih lancar, dan ibadah berjalan lebih khidmat.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, menjelaskan bahwa SuperSUN merupakan bagian dari transformasi PLN dalam mendorong elektrifikasi berbasis energi baru dan terbarukan (EBT), khususnya di wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

"Hingga Agustus 2025, 1.457 unit SuperSUN telah terpasang di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar, membawa perubahan nyata bagi masyarakat mulai dari tumbuhnya perekonomian lokal hingga hadirnya harapan baru," ujarnya, Selasa, 19 Agustus.

Selain itu, sebanyak 358 sekolah dipastikan akan mendapatkan akses listrik guna membuka ruang bagi proses belajar yang lebih modern dan inklusif.

“Kehadiran listrik menjadi jembatan menuju masa depan. SuperSUN membawa perubahan nyata sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Keberhasilan ini tak lepas dari semangat gotong royong dan dukungan warga, sehingga listrik akhirnya bisa menyala di Seko,” sambung Edyansyah

Upaya menjangkau Kecamatan Seko bukanlah perjalanan mudah bagi tim PLN. Dari Kota Makassar, petugas menempuh jarak hingga 570 kilometer menuju lokasi-lokasi pemasangan SuperSUN. Di beberapa titik, harus melewati jalur ekstrem dengan membawa panel surya seberat 100 kilogram dan berdimensi 2,3 x 1,7 meter, melewati jurang, jalan berlumpur, menyebrang sungai, bahkan jembatan sempit dan terowongan panjang.