Bagikan:

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) telah merampungkan konstruksi Jalan Tol IKN Seksi 3A Karangjoang–KKT Kariangau sepanjang 9,275 kilometer (km) lebih cepat dari jadwal yang ditargetkan pada Desember 2025.

Proyek itu kini memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) dan siap untuk uji coba operasional.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim menyampaikan, selesainya Seksi 3a tersebut akan sangat memengaruhi mobilitas. 

Pasalnya, jalan tol itu terhubung langsung ke Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) yang sudah beroperasi, sehingga mampu memangkas waktu tempuh dari Balikpapan ke IKN menjadi sekitar satu jam, dari sebelumnya 2-3 jam.

"Akses lebih singkat akan mendukung mobilitas masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha," kata Adjib seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 18 Agustus.

Dalam pembangunannya, perseroan menerapkan konstruksi berbasis digital, seperti pemetaan drone, desain 3D-5D hingga GPS paver. 

Hal tersebut dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi waktu serta memastikan mutu proyek tetap terjaga.

Dari sisi teknis, ruas tol itu memiliki tiga lajur dengan lebar total 16,15 meter. Keunikan proyek tersebut, menurut Adjib, adalah keberadaan tiga jembatan yang melintasi sungai berkelok dan dilintasi kapal tongkang.

"Ini akan menjadi satu-satunya jalan tol di Indonesia yang tiga kali melewati sungai berkelok dan dilintasi kapal tongkang," ucapnya.

Selama masa konstruksi, Hutama Karya juga menerapkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dengan menanam 25.000 mangrove, melakukan penghijauan lereng hingga menyerap ratusan tenaga kerja lokal.

Puluhan UMKM lokal juga dilibatkan dalam rantai pasok, memberikan kontribusi positif bagi perekonomian sekitar. Keberhasilan proyek itu juga tercermin dari catatan zero accident dan zero fatality, didukung oleh kolaborasi dengan KSO PT Hutama Karya (Persero)-PT Adhi karya (Persero) Tbk-PT Brantas Abipraya (Persero).

Setelah PHO, ruas tol itu akan memasuki masa pemeliharaan selama 720 hari. Operasional penuh untuk umum akan dilakukan setelah seluruh jaringan Tol IKN Seksi 1A–6C tersambung, yang diproyeksikan beroperasi pada 2028 

"Kami siap menjalankan penugasan pemerintah demi mempercepat konektivitas IKN dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan," pungkasnya.