Bagikan:

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan menaungi holding investasi Danantara.

Chief Investment Officer Danantara (CIO) Pandu Sjahrir mengungkapkan penunjukan tersebut telah dilakukan sejak pakan lalu. Dia juga bilang perusahaan ini juga sudah memiliki jajaran direksi.

“Kita udah minggu lalu. Udah pengalihan (saham), udah ada direksi, udah ada komisaris,” kata Pandu kepada wartawan dikutip Rabu, 30 Juli.

Pandu enggan membocorkan BUMN mana yang ditunjuk menjadi Holding Investasi Danantara. Meski begitu, dia memberi sinyal bahwa perusahaan yang ditunjuk berasal dari BUMN yang telah berdiri.

Pandu juga menyangkal perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan sekuritas pelat merah. Dia menekankan bahwa Holding Investasi BUMN akan diumumkan tahun ini.

“Nanti itu bakal kita informasikan secara publik juga. Bukan (sekuritas), perusahaan aja. Diterapkannya tahun ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah menunjuk satu BUMN sebagai holding investasi yang bertugas mengelola dividen.

Hal ini disampaikan Misbakhun usai rapat dengar pendapat bersama Menteri BUMN Erick Thohir, dan Chief of Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, serta Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir.

Misbakhun bilang holding investasi Danantara kini sudah mulai bekerja, meskipun belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah.

“(Penunjukan) BUMN tadi sudah. Tadi kami juga memberikan beberapa masukan,” ujarnya usai rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu, 23 Juli.

Misbakhun juga memberikan kisi-kisi perusahaan pelat merah yang ditunjuk sebagai holding investasi Danantara. Dia bilang BUMN itu masih berhubungan dengan kegiatan investasi.