JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa, 29 Juli diperkirakan akan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Senin, 28 Juli, Kurs rupiah spot di tutup turun 0,27 persen ke level Rp16.364 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup melemah 0,09 persen ke level harga Rp16.341 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan pasar merespon positif, setelah setelah adanya kesepakatan kerangka kerja AS-UE yang mencakup tarif 15 persen untuk barang-barang UE yang masuk ke AS, turun dari 30 persen yang awalnya diusulkan.
"Sementara itu, para pejabat tinggi AS dan Tiongkok dijadwalkan bertemu di Stockholm pada hari Senin untuk menyelesaikan ketegangan perdagangan dan dilaporkan mengupayakan perpanjangan gencatan senjata tarif mereka selama tiga bulan," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Selasa, 29 Juli.
Selain itu, menurut laporan South China Morning Post, kedua belah pihak ingin memperpanjang gencatan senjata tarif sebelum berakhir pada 12 Agustus, tanpa rencana untuk mengenakan bea baru atau meningkatkan ketegangan.
Disisi lain, Ibrahim menyampaikan pasar saat ini menantikan keputusan kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan pada hari Rabu (Kamis dini hari WIB), dan pasar secara umum memperkirakan suku bunga akan tetap stabil antara 4,25 persen dan 4,5 persen, probabilitas menunjukkan peluang sebesar 96 persen The Fed akan mempertahankan suku bunga dan sebesar 4 persen The Fed akan menurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.
"Sebagian besar proyeksi mengarah bahwa penurunan suku bunga akan dilakukan paling cepat pada pertemuan di bulan September," tuturnya.
Menurutnya pasar juga akan memantau dengan cermat konferensi pers FOMC untuk mendapatkan beberapa petunjuk tentang jadwal penurunan suku bunga tahun ini.
Adapun, sebagian besar pejabat The Fed tampaknya lebih memilih untuk terus menunggu dan melihat bagaimana tarif akan memengaruhi perekonomian sebelum mereka melakukan pemotongan.
Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menyampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa angka kemiskinan nasional menurun ke level terendah dalam dua dekade. Tercatat, kemiskinan Indonesia mencapai 23,85 juta orang per Maret 2025.
Meski demikian, dibalik capaian tersebut, angka kemiskinan di perkotaan ternyata mengalami kenaikan dari 6,66 persen pada September 2024 menjadi 6,73 persen pada Maret 2025.
Sebaliknya, kemiskinan di pedesaan sebesar 11,03 persen, menurun dibandingkan September 2024 yang sebesar 11,34 persen. Meskipun dilihat dari jumlahnya, kemiskinan di perdesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan.
Ada beberapa hal yang menyebabkan fenomena angka kemiskinan di perkotaan meningkat. Penyebab kenaikan ini adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) laki-laki di kota yang mengalami kenaikan dari 5,87 persen menjadi 6,06 persen.
BACA JUGA:
Di sisi lain, pasar tenaga kerja Tanah Air menghadapi guncangan yang sulit pada paruh pertama tahun ini. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terpantau melejit lebih dari 30 persen, paling tinggi terjadi di Jawa Tengah.
Berdasarkan data dari Satudata Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang Januari hingga Juni 2025, tercatat ada 42.385 pekerja yang mengalami PHK. Angka ini melonjak 32,19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 32.064 orang.Tercatat Jawa Tengah menjadi provinsi dengan PHK tertinggi sepanjang semester pertama mencapai 10.995 orang, Jawa Barat 9.494 orang, Banten 4.267 orang dan DKI Jakarta 2.821 orang.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 29 Juli 2025 dalam rentang harga Rp16.350 - Rp16.410 per dolar AS.