JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan raksasa migas asal Rusia, Zarubezhneft akan tetap melanjutkan rencana pengembangan atau plan of development (POD) atas Blok Tuna.
Di sisi lain, Harbour Energy yang sebelumnya menjadi partner memutuskan untuk hengkang dari Blok Tuna. Untuk itu, saat ini Zarubezhneft tengah mencari partner pengganti untuk menggarap blok migas yang berlokasi di Lepas Pantai Natuna Utara ini.
"Rusia, (Zarubezhneft) dia akan kerjakan (Blok) Tuna. Lagi cari partner," ujar Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto kepada awak media yang dikutip Selasa, 22 Juli.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Deputi Eksplorasi, Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja, Rikky Rahmat Firdaus mengatakan, untuk rencana pengembangan pertama di Blok Tuna, Harbour Energy memutuskan untuk hengkang. Menurut Rikky, hal ini disebabkan adanya sanksi negara barat kepada Rusia yang masih berlanjut
"Jadi untuk yang POD 1 Tuna ini kan memang ada posisi dari KKKS Harbour sebelumnya bahwa dia enggak bisa lanjut kalau ada sanction US gitu ya di mitra sebelahnya (Zarubezhneft)," ujar Rikky.
Di sisi lain, lanjut dia, Harbour Energy juga memiliki keinginan untuk menggarap proyek lain di wilayah laut utara. Hal ini didukung oleh target onstream Blok Tuna yang sudah ditetapkan pada tahun 2028-2029, sehingga kelanjutan lapangan Tuna akan digarap oleh Zarubezhneft.
BACA JUGA:
"Jadi dalam konteks ini kita menugaskan operator hari ini untuk melanjutkan kegiatan Front End Engineering Design (FEED) untuk lanjut," sambung Rikky.
Rikky juga mengatakan, proses hengkangnya Harbour dari Blok Tuna juga berjalan lancar karena perusahaan migas asal Inggris ini bersedia menyerahkan data-data kepada operator berikutnya.
Adapun saat Zarubezhneft tengah mencari mitra pengganti Harbour Energy yang siap berkolaborasi mengerjakan Blok Tuna. Adapun kriteria partner yang diinginkan Zarubezhneft adalah KKKS yang memiliki pengalaman operasional.
"Zarubezhneft perlu menggandeng investor-investor baru yang bisa operasi ya karena Zarubezhneft sebelumnya juga non operator gitu di sini," tandas Rikky.