Bagikan:

TAKARTA - Optimalisasi saluran irigasi secara berkelanjutan untuk memperkuat distribusi air lebih efisien dan merata menjadi hal penting. Pasalnya, selain untuk intensifikasi pertanian, rehabilitasi ini juga berguna untuk mendukung swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Oleh karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai merehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Pengga di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rehabilitasi DI Pengga dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara 1 Mataram Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU selama 260 hari kalender.

"Dimulai 16 April dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025," ujar Menteri PU Dody Hanggodo seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu, 16 Juli.

Pekerjaan konstruksinya dilakukan oleh kontraktor PT Rafa Unggul Sejahtera Langgeng dengan nilai kontrak Rp42,2 miliar.

"Saat ini, progres fisik telah mencapai 7,20 persen, sedangkan progres keuangan sebesar 20 persen," katanya

Adapun rehabilitasi DI Pengga mencakup dua kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yakni Kabupaten Lombok Tengah (saluran primer sepanjang 4,6 kilometer di Kecamatan Praya Barat Daya) serta Kabupaten Lombok Barat (saluran sekunder sepanjang 3,2 kilometer di Kecamatan Kuripan dan Gerung).

Kegiatan rehabilitasi ini meliputi perbaikan saluran dengan beton pracetak, rehabilitasi satu bangunan di saluran primer, empat bangunan di saluran sekunder dan penggantian 10 pintu air.

Dengan rehabilitasi jaringan irigasi Pengga, Dody berharap, indeks pertanaman (IP) sebesar 300 persen dapat dipertahankan dengan pola tanam 100 persen padi serta kombinasi 25 persen padi dan 75 persen palawija.

"Sehingga, meningkatkan produksi padi sebesar 4 hingga 6 ton per hektare," tutur Dody.

Sementara itu, salah satu petani bernama Wayan Kurta menyampaikan, terima kasih kepada Kementerian PU yang terus berkomitmen mendukung infrastruktur irigasi pangan di Lombok Tengah.

"Sebelumnya kami hanya menanam ubi dan jagung saja, sekarang kami bisa menanam padi karena adanya saluran irigasi ini. Kami berharap, hasil panen semakin meningkat setelah rehabilitasi selesai. Kami mewakili petani di sini sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Menteri (Dody)," ungkapnya.