JAKARTA – Perusahaan pengembang properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku 2024.
Adapun dalam RUPS Tahunan, DILD menunjuk Sofyan A. Djalil yang sebelumnya selaku Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen Perseroan menjabat tugas baru sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen.
Sementara itu, Wakil Komisaris Utama dipercayakan kepada Sinarto Dharmawan yang sebelumnya menjabat selaku Komisaris Utama.
Selain itu, Perseroan juga memperkuat fungsi pengawasan dengan mengangkat Alexander S. Rusli ke jajaran anggota Dewan Komisaris sebagai Komisaris Independen.
Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham yang telah memberikan persetujuan terhadap seluruh agenda RUPS yang diusulkan Perseroan.
Theresia menyampaikan Perseroan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kinerja usaha dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dalam rangka menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
"Pemegang saham menyambut positif rencana strategis Perseroan untuk menghadapi tantangan industri properti yang semakin dinamis. Persetujuan seluruh agenda rapat mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap arah dan strategi bisnis yang dijalankan manajemen," kata Theresia pada konferensi pers RUPS Tahunan 2025 di Intiland Tower, Rabu, 28 Mei.
Sehubungan dengan berakhirnya periode masa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan di tahun 2025, Perseroan mendapat persetujuan pemegang saham untuk melakukan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk periode masa jabatan lima tahun terhitung sejak 2025 hingga 2030.
Theresia mengungkapkan bahwa RUPS Tahunan juga menyetujui perubahan susunan anggota Direksi dengan menetapkan Archied Noto Pradono sebagai Direktur Utama Perseroan dimana pada periode sebelumnya menjabat sebagai Direktur Manajemen Modal dan Investasi.
Selain itu, Perseroan juga mengangkat Simon Joseph Wirawan ke dalam jajaran anggota Direksi baru yang sebelumnya menduduki posisi jabatan sebagai direktur PT Intiland Grande, salah satu entitas anak perusahaan Intiland.
Berikut susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan periode tahun 2025-2030:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Dr. Sofyan A. Djalil
Wakil Komisaris Utama: Sinarto Dharmawan
Komisaris Independen: Friso Palilingan
Komisaris Independen: Alexander S. Rusli
Direksi
Direktur Utama: Archied Noto Pradono
Wakil Direktur Utama: Utama Gondokusumo
Direktur: Novita Anggriani
Direktur: Simon Joseph Wirawan
Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono mengungkapkan pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang baru sejalan dengan strategi dan arah pertumbuhan jangka panjang Intiland.
Menurutnya komposisi anggota Direksi dan Dewan Komisaris telah mempertimbangkan secara cermat pengalaman, keahlian, tata kelola, dan kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.
"Jajaran manajemen bertanggung jawab untuk memastikan strategi, tata kelola, dan proses transformasi berjalan dengan baik, serta lebih fokus dan siap untuk pertumbuhan secara berkelanjutan," tuturnya.
Archied menyampaikan dengan keberagaman latar belakang dan keahlian yang relevan akan memberikan kontribusi positif dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang dan transformasi bisnis Intiland ke depan.
Melalui RUPS Tahunan, pemegang saham Perseroan juga menyetujui penggunaan laba bersih untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2024 senilai Rp174,7 miliar.
Selanjutnya dari perolehan laba bersih tersebut, sebesar Rp2 miliar digunakan sebagai dana cadangan wajib Perseroan serta sisa laba bersih sebesar Rp172 miliar akan dicatat sebagai saldo laba.
“Mempertimbangkan kondisi Perusahaan dan kebutuhan untuk pengembangan usaha, Perseroan memutuskan belum membagikan dividen atas laba tahun 2024,” katanya.
Archied menyampaikan Intiland membukukan hasil pencapaian kinerja penjualan yang solid per kuartal-1 tahun 2025.
Menurutnya salah satu faktor utama yang mendorong raihan pendapatan prapenjualan atau marketing sales adalah peningkatan signifikan dalam segmen kawasan industri.
"Segmen ini terus menunjukkan tren positif di tengah meningkatnya permintaan dari investor dan pelaku industri," imbuhnya.
Archied menyampaikan Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp469,2 miliar pada kuartal-1 tahun 2025, melonjak sebesar 84,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp254 miliar.
Menurutnya kontributor terbesar berasal dari segmen pengembangan kawasan industri yang membukukan penjualan sebesar Rp411,6 miliar, atau melonjak 400 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Selain itu, ia menyampaikan lonjakan ini didorong oleh penjualan lahan industri di Batang Industrial Park serta pergudangan di Aeropolis Technopark, Tangerang.
Archied menyampaikan bahwa segmen kawasan industri menjadi salah satu pilar pertumbuhan utama bagi Perusahaan di tengah dinamika yang terjadi di industri properti.
Menurutnya, peningkatan permintaan terhadap lahan didorong oleh kebutuhan ekspansi bisnis, perkembangan sektor manufaktur, serta meningkatnya investasi dari dalam dan luar negeri.
“Kami melihat adanya peningkatan permintaan terhadap lahan industri, seiring dengan pertumbuhan investasi di sektor manufaktur dan logistik," jelasnya.
Ia menyampaikan Perseroan akan fokus dalam pengembangan segmen kawasan industri yang berdaya saing tinggi dengan menyediakan infrastruktur serta fasilitas pendukung yang memenuhi kebutuhan para pelaku bisnis.
Adapun, Perseroan saat ini mengembangkan dan mengelola dua kawasan industri yang strategis yaitu Ngoro Industrial Park (NIP) di Mojokerto, Jawa Timur dan Batang Industrial Park (BIP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
BACA JUGA:
Selain itu, Perseroan juga mengembangkan dan mengelola kawasan pergudangan Aeropolis Technopark, yang berlokasi di kawasan pengembangan terpadu Aeropolis, Tangerang.
Archied mengatakan Perseroan percaya potensi kawasan industri di Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan seiring dengan kebijakan pemerintah yang mendukung investasi dan pengembangan infrastruktur.
Ia menambahkan seiring dengan adanya insentif bagi investor asing maupun domestik, kawasan industri menjadi salah satu sektor strategis yang mampu menarik minat perusahaan global untuk memperluas operasional mereka di Indonesia.
“Kami optimis dapat terus berkontribusi dalam pengembangan kawasan industri nasional. Kami berusaha memberikan solusi terbaik bagi para pelaku industri yang mencari lokasi strategis untuk mengembangkan bisnis mereka,” tuturnya.
Archied menyampaikan bahwa Perseroan percaya bahwa pengembangan kawasan industri akan masih menjadi sektor unggulan di masa mendatang.
Menurutnya potensi ini terutama berkat adanya dukungan dari Pemerintah serta meningkatnya kebutuhan lahan industri seiring dengan ekspansi bisnis sejumlah sektor industri.