JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis, 22 Mei diperkirakan akan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 21 Mei, Kurs rupiah spot di tutup naik 0,09 persen ke level Rp16.398 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup melemah 0,04 persen ke level harga Rp16.413 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan Israel sedang mempersiapkan kemungkinan serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran, karena AS terus mengupayakan perjanjian diplomatik dengan Teheran.
"Laporan tersebut mengatakan bahwa para pemimpin Israel belum membuat keputusan akhir, tetapi kemungkinan serangan Israel telah meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Kamis, 22 Mei.
Ibrahim menambahkan bahwa hal ini terjadi di tengah perundingan nuklir AS-Iran yang sedang berlangsung, di mana Iran telah menegaskan kembali bahwa program pengayaan uraniumnya sama sekali tidak dapat dinegosiasikan.
Adapun, AS telah menuntut Iran untuk menghentikan semua kegiatan pengayaan uranium, dengan alasan kekhawatiran atas potensi persenjataan nuklir.
Selain itu, bahwa kesepakatan nuklir AS-Iran di bawah Presiden Donald Trump yang tidak menghilangkan semua uranium Iran membuat serangan lebih mungkin terjadi.
Sementara itu, terkait perang Rusia-Ukraina, para pemimpin Uni Eropa mengecam mundurnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah panggilan teleponnya selama dua jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Meskipun ada klaim bahwa kesepakatan damai tidak akan mungkin terjadi tanpa AS, Presiden Trump mengatakan bahwa AS akan menarik diri dari pembicaraan lebih lanjut dengan mengatakan itu bukan perang yang harus kita hadapi. Kekacauan tersebut semakin memperburuk kredibilitas AS," ujarnya.
Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menyampaikan Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis point ke level 5,50 persen
Selain itu, bank sentral juga menurunkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility tetap 6,25 persen.
Keputusan penurunan suku bunga ini konsisten dengan perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang rendah, serta tetap terkendali dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
BACA JUGA:
Adapun, keputusan itu merupakan upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya, serta untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ke depan, BI akan terus mengarahkan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi dalam sasarannya dan stabilitas nilai tukar rupiah yang sesuai fundamental.
Selain itu, BI tetap mencermati ruang untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika yang terjadi pada perekonomian global dan domestik.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 22 Mei 2025 dalam rentang harga Rp16.340 - Rp16.400 per dolar AS.