Bagikan:

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) akan membangun dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi.

Perseroan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga telah melakukan survei bakal lokasi dapur MBG yang terletak di Komplek PU Pasir Putih, Senin, 14 April.

Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Junoasmono mengatakan, survei lokasi ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepakatan untuk program MBG pada Sabtu, 22 Maret, antara Kementerian PU dan Hutama Karya.

"Kami lihat tadi lokasinya relatif sangat bagus tanahnya dan sudah ditunjukkan draft desain dari denah lokasi dapur yang nantinya desain hingga perizinan kepada pemerintah daerah akan ditindaklanjuti oleh teman-teman balai di sini," ujar dia seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 16 April.

Pria yang akrap disapa Yongki itu bilang, setelah perizinan selesai, harapannya pembangunan bisa segera dilaksanakan oleh Hutama Karya.

"Wali Kota Jambi juga mendukung dan berharap dapur ini menjadi percontohan untuk dapur MBG di wilayah lainnya," katanya.

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim menuturkan, dapur MBG akan dibangun di atas tanah seluas 28 x 70 meter di Desa Pasir Putih milik Kementerian PU dengan dilengkapi akses jalan selebar 3,9 meter.

"Setelah kami survei, lokasi bakal dapur MBG ini cukup strategis yang mana hanya sekitar 5 menit dari Bandara Sultan Thaha Saifuddin di Jambi dan 50 menit dari Gerbang Tol Muaro Sebapo Tol Bayung Lencir–Tempino yang akan mempermudah akses distribusi bahan pangan," tuturnya.

Menurut Adjib, dapur MBG akan dilengkapi dengan dua area, yakni area dapur yang meliputi area loading bahan makanan, gudang bahan makanan, area produksi hingga pencucian bahan maupun alat makan dan produksi; serta area staff seperti ruang kerja, area sterilisasi hingga area loker dan toilet; termasuk dilengkapi dengan halaman dan area parkir.

"Dengan peninjauan langsung kesiapan lokasi serta pemetaan kesiapan fasilitas pendukungnya ini, kami berharap, pembangunan dapur umum segera dikerjakan. Sehingga, dapat memberikan manfaat langsung atas Program MBG," pungkasnya.

Untuk diketahui, pada Maret 2025, Hutama Karya menandatangani dua perjanjian kerja sama strategis, yakni dengan Kementerian PU untuk pembangunan dapur dan fasilitas pendukung Program MBG senilai maksimal Rp3,6 miliar serta dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk penyediaan peralatan dapur umum dan kendaraan pengangkut senilai Rp835 juta.

Jambi terpilih sebagai salah satu lokasi pilot project bersama Jawa Tengah dan Jawa Barat karena memenuhi kriteria pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan memproduksi bahan pangan utama seperti singkong, padi, jagung dan ternak.

Setelah dilakukan survei lokasi, Hutama Karya akan intensif melakukan koordinasi perizinan hingga konstruksi serta menganalisis skema penyaluran program TJSL dan kebutuhan peralatan agar tepat sasaran sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.