Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Perindustrian gencar memacu pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM) di pelosok tanah air agar semakin berdaya saing. 

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan,peningkatan kapasitas IKM berbasis sentra ini diharapkan dapat menjadi penguat bagi ekosistem industri secara keseluruhan.

Penguatan tersebut bisa melalui hilirisasi sumber daya bahan baku lokal menjadi produk berkualitas maupun pengembangan potensi komunitas IKM yang telah terbentuk di wilayah tertentu.

"Kemenperin bersama dengan pemerintah daerah terus bersinergi untuk menjaga keberlanjutan aktivitas produksi di sentra-sentra IKM dengan memberikan berbagai dukungan dan fasilitasi yang dapat digunakan oleh para pelaku IKM," ujar Agus seperti dikutip dari keterangan resminya, Minggu, 6 April.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyebut, perkembangan sentra IKM di Indonesia semakin meningkat melalui pemanfaatan skema pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang IKM. 

Dengan adanya pembiayaan tersebut, Reni bilang, pelaku IKM yang berproduksi akan dapat menggunakan berbagai layanan tersedia di sentra, seperti mendapatkan penyediaan bahan baku, rumah produksi, penyediaan mesin dan peralatan hingga bantuan promosi dan pemasaran 

"Ke depannya IKM bisa dapat menjadi bagian dari rantai pasok pelaku industri lainnya yang berskala lebih besar maupun sektor ekonomi terkait lainnya," tutur dia.

Untuk diketahui, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu daerah yang telah mendapatkan dana DAK ini sejak 2016 sampai 2024. Sedikitnya ada 20 sentra IKM di wilayah tersebut yang merasakannya, meliputi komoditas tekstil, kerajinan, logam, pangan, perhiasan, garam beryodium hingga penyedia layanan rumah kemasan.