Bagikan:

JAKARTA - Serangan Rusia menewaskan 19 orang termasuk sembilan anak-anak di kota Ukraina, Kryvyi Rih. Tapi Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan itu menargetkan pertemuan militer di sana.

Militer Ukraina mengecam pernyataan Rusia tersebut sebagai misinformasi.

Serhiy Lysak, gubernur daerah tersebut, mengatakan rudal menghantam daerah permukiman, menewaskan 18 orang, dan memicu kebakaran.

Sementara pesawat nirawak/drone Rusia menyerang rumah-rumah dan menewaskan satu orang.

Foto-foto yang diunggah menunjukkan jasad korban tewas dan luka-luka tergeletak di trotoar sementara asap abu-abu mengepul ke langit.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan “serangan berpresisi tinggi" telah menargetkan "pertemuan komandan unit dan instruktur Barat" di restoran.

"Akibat serangan itu, total kerugian musuh mencapai 85 prajurit dan perwira negara asing, serta hingga 20 kendaraan," kata kementerian itu di Telegram dilansir Reuters, Minggu, 6 April.

Petugas penyelamat bekerja keras sepanjang malam dengan senter di Kryvyi Rih, memindahkan mobil-mobil yang hancur, bangunan-bangunan dengan jendela yang pecah, dan lubang yang menganga. Warga membawa setumpuk aluminium foil dan kayu untuk perbaikan rumah darurat, menurut seorang saksi mata Reuters.

Menggunakan ponsel mereka sebagai penerangan, beberapa orang mendaftar di pusat-pusat bantuan.

"Ada anak-anak yang meninggal tergeletak di sana, orang tua yang menangis, itu mengerikan," kata Yulia, 47 tahun, kepada Reuters saat dia memeriksa tirai, perlengkapan, dan furnitur yang rusak di apartemennya.

Serangan terhadap kampung halaman Presiden Volodymyr Zelenskyy adalah salah satu serangan paling mematikan di Moskow tahun ini dalam konflik tersebut, yang dilancarkan bersamaan dengan invasi besar-besaran Kremlin ke Ukraina pada Februari 2022.