Bagikan:

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merespons terkait dengan perubahan jajaran direksi anak usahanya, PT Citilink Indonesia. Pergantian tersebut karena masa jabatan direksi sudah selesai.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi mengatakan, masa jabatan direksi Citilink sendiri berlaku selama tiga tahun. Saat ini, kata dia, internal Garuda Indonesia juga sedang membahas pergantian jabatan tersebut.

“Kalau kita prosesnya masih panjang. Mesti ke BUMN, di komisaris juga. Tapi pergantian (direksi) itu sudah biasa. Sudah selesai juga masa jabatannya, akan ada yang baru atau yang lama tapi belum pasti,” katanya saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 6 Maret.

Ade mengatakan saat ini terdapat nama-nama yang masuk dalam daftar calon direksi. Dia bilang pergantian tidak hanya terjadi pada pucuk pimpinan Citilink Indonesia tetapi rencananya untuk beberapa nomenklatur juga akan diubah.

“(Calonnya) ada beberapa,” ujarnya.

Terpisah, Head Corporate Communication Dicky Irchamsyah mengatakan saat ini proses pergantian direksi masih dalam tahap usulan dan didiskusikan dengan stakeholder terkait. Termasuk, dengan pemegang saham Garuda.

“Jadi memang saat ini masih dalam diskusi, nama-nama pasti ada. Tapi kan belum tepat saatnya untuk kita bisa disclose ke publik sampai dengan tadi memang masa penunjukannya sudah berlaku,” ujar Dicky.

Sekadar informasi, Garuda Indonesia dikabarkan berencana mengganti pimpinan anak usahanya, Citilink Indonesia.

Salah satu nama yang digadang-gadang akan menduduki posisi Direktur Utama adalah Darsito Hendroseputro.

Darstio sendiri merupakan mantan eksekutif di Thai Lion Air. Dia juga masuk dalam daftar 14 eks karyawan Lion Air Group yang dibawa Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani masuk ke jajaran direksi Garuda Indonesia.