JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk berencana untuk menghapus anak dan cucu perusahaan untuk mengantisipasi penurunan pasar konstruksi akibat perubahan arah kebijakan pemerintah.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengakui bahwa tahun ini memang cukup menantang bagi perusahaan sektor karya. Karena itu, WIKA akan mengoptimalisasi portofolio grup dengan menata ulang anak dan cucu perusahaan.
Agung bilang langkah ini akan membuat perseroan hanya berfokus pada bisnis konstruksi dan engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC).
“Pada tahun ini, kami akan mengurangi jumlah cucu supaya tidak terlalu banyak maupun penataan ulang anak (perusahaan), sehingga kami akan fokus pada bisnis konstruksi dan EPCC saja. Di luar ini, kami akan hapus,” tuturnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu, 5 Maret.
Tak hanya itu, Agung menambahkan bahwa perseroan juga akan melakukan efisiensi operasi bisnis dengan menargetkan penurunan biaya operasional minimal sebesar 15 persen.
Di samping itu, Agung bilang perseroan juga akan melakukan efisiensi remunerasi dalam bentuk pemangkasan tunjangan pejabat, perjalanan dinas, serta pemotongan fasilitas pengurus perseroan.
Meski begitu, Agung menekankan pihaknya tidak akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau pengurangan karyawan.
“Sampai dengan saat ini, kami mempertahankan semua upaya yang ada, tetapi kami membuat efisiensi-efisiensi, baik itu pemasaran, sponsorship, konsultan, dan sebagainya,” tuturnya.
BACA JUGA:
Di sisi lain, Agung mengatakan penurunan pasar konstruksi pada tahun ini juga mendorong perseroan untuk mengambil langkah strategis guna mengatasi tantangan dan mengupayakan keberlangsungan usaha. Salah satunya, melepas aset investasi yang dimiliki, mulai dari jalan tol hingga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Kami akan melakukan divestasi pada 2025, baik di jalan tol maupun penyertaan lainnya. Selain mengurangi beban investasi, juga memberikan dana tunai untuk memperkuat modal dan penyelesaian kewajiban,” ujar Agung.